Amerika Serikat Serang Iran Lebih Keras, Selat Hormuz Jadi Perhatian
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan militer terhadap Iran. Ia memperingatkan akan melancarkan serangan yang lebih besar jika musuhnya menutup jalur dari Strait of Hormuz.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengatakan operasi militer akan semakin intensif dilakukan terhadap Iran. Ia menyebut informasi hingga persenjataan pihaknya makin lengkap untuk membombardir Teheran.
Baca Juga: Waspada Ranjau Selat Hormuz, Kapal Iran Kembali Dihancurkan Amerika Serikat (AS)
“Hari ini akan kembali menjadi hari paling intens serangan kami di Iran: lebih banyak jet tempur, lebih banyak pembom, lebih banyak serangan, dengan intelijen yang semakin akurat,” ujar Hegseth, dikutip dari Reuters.
Hegseth juga memperingatkan Iran. Negera tersebut akan menghadapi serangan lebih besar jika mencoba menutup Selat Hormuz.
“Jika itu terjadi, kematian, api, dan kehancuran akan menghujani mereka,” kata Hegseth.
Ia menegaskan pihaknya memiliki kemampuan militer yang tidak dimiliki negara lain, yang mana membuat mampu untuk menghancurkan Iran.
“Kami memiliki kemampuan yang tidak dimiliki negara mana pun di dunia,” ujarnya.
Menurut Pentagon, Amerika Serikat telah menyerang lebih dari lima ribu target di Iran. Serangan tersebut disebut telah menghancurkan atau merusak lebih dari lima puluh kapal angkatan laut, termasuk fasilitas militer serta gudang senjata.
Iran sendiri menolak tuntutan dari Amerika Serikat. Pihaknya justru semakin terlihat yakin melawan dengan menunjuk sosok dari Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei.
Teheran juga meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer dan fasilitas diplomatik dari Amerika Serikat di Teluk Arab. Serangan tersebut juga berdampak pada infrastruktur energi dan transportasi dalam kawasan, termasuk penutupan bandara serta kerusakan fasilitas minyak.
Adapun Iran juga dilaporkan mencoba untuk menutup jalur dari Selat Hormuz. Rencana tersebut berdampak langsung terhadap harga minyak, karena hampir dua puluh persen pasokan minyak dan gas alam cair global biasanya melewati jalur tersebut.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Ini Manuver Amerika Serikat Demi Stabilkan Harga Minyak
Gangguan ini membuat sejumlah negara produsen minyak dalam kawasan mengalami kelebihan pasokan karena fasilitas penyimpanan penuh, sehingga beberapa di antaranya menghentikan produksi sementara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: