Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat: Serangan Iran Kian Lemah, Di Bawah Ekspektasi

Amerika Serikat: Serangan Iran Kian Lemah, Di Bawah Ekspektasi Kredit Foto: Reuters/president.ir
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa terdapat penurunan intensitas serangan dari Iran. Meski demikian, perlawanan masih terus diberikan oleh Teheran.

Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikatn, Dan Caine pihaknya terus menggempur Iran. Teheran memang melakukan perlawanan, tetapi kekuatannya tidak melebihi perkiraan pihaknya sebelum perang.

Baca Juga: Amerika Serikat Serang Iran Lebih Keras, Selat Hormuz Jadi Perhatian

“Mereka bertempur dan kami menghormati itu, tetapi mereka tidak lebih tangguh dari yang kami perkirakan,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

Menurut Pentagon, Amerika Serikat telah menyerang lebih dari lima ribu target di Iran. Serangan tersebut disebut telah menghancurkan atau merusak lebih dari lima puluh kapal angkatan laut, termasuk fasilitas militer serta gudang senjata.

Iran sendiri menolak tuntutan dari Amerika Serikat. Pihaknya justru semakin terlihat yakin melawan dengan menunjuk sosok dari Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei.

Teheran juga meluncurkan serangan terhadap pangkalan militer dan fasilitas diplomatik dari Amerika Serikat di Teluk Arab. Serangan tersebut juga berdampak pada infrastruktur energi dan transportasi dalam kawasan, termasuk penutupan bandara serta kerusakan fasilitas minyak.

Adapun Penasihat Kebijakan Luar Negeri Pemimpin Tertinggi Iran, Kamal Kharazi, menegaskan bahwa pihaknya telah menghentikan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Waspada Ranjau Selat Hormuz, Kapal Iran Kembali Dihancurkan Amerika Serikat (AS)

Washington menurutnya telah ingkar janji dan menipunya dalam dua putaran perundingan, bahkan ketika proses negosiasi berlangsung, serangan justru dilancarkan terhadap Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar