Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Pastikan Antam Pasok Nikel untuk Proyek Baterai 'Titan'

        Bahlil Pastikan Antam Pasok Nikel untuk Proyek Baterai 'Titan' Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi bertajuk "Titan" akan menyerap pasokan nikel dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Langkah ini diambil untuk menjamin negara tetap memegang kendali atas hulu produksi nikel nasional.

        "Nikelnya dari Antam yang berkolaborasi dengan konsorsium ini. Saham di sektor hulu tetap mayoritas milik negara. Kami ingin implementasi Pasal 33 (UUD 1945) betul-betul maksimal, di mana kekayaan negara dikelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat," ujar Bahlil usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara PT Aneka Tambang Tbk, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), dan Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd. di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

        Baca Juga: Konsorsium HYD Garap Proyek Titan US$6 Miliar Bareng Antam dan IBI

        Proyek baterai terintegrasi senilai 6 miliar dollar AS tersebut diproyeksikan memproduksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) serta baterai penyimpanan energi (storage) untuk mendukung pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Dengan total kapasitas produksi mencapai 20 Giga Watt hour (GWh), hasil produksi ini nantinya akan difokuskan untuk pasar internasional.

        "Sebagian untuk pasar domestik, namun mayoritas adalah ekspor," lanjut Bahlil.

        Sebagai catatan, Proyek Titan awalnya melibatkan kolaborasi antara Antam, IBI, dan LG Energy Solution (LGES). Namun, pada 2025, LGES memutuskan mundur dan posisinya digantikan oleh Huayou di dalam konsorsium HYD.

        Baca Juga: Gantikan LG di Proyek Titan, Huayou dan Antam Masih Belum Capai Kesepakatan Final

        Bahlil mengungkapkan bahwa proyek strategis ini telah mulai digarap sejak tahun 2020 saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM. Setelah melalui proses yang panjang dan dinamis, proyek ini akhirnya kembali berjalan.

        "Melalui perjuangan panjang dan negosiasi alot dari Antam, Mind ID, serta konsorsium, proyek ini akhirnya terealisasi. Saya memimpin rapat ini mungkin sudah lebih dari 10 kali, bahkan sempat merasa frustrasi. Hari ini kita lakukan penandatanganan bersama sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat hilirisasi," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: