Akibat Elon Musk Salah Pergaulan dengan Donald Trump, Penjualan Tesla Rontok di Tahun 2025
Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
Tesla melaporkan terjadi penurunan laba sebesar 61 persen pada kuartal keempat tahun lalu karena terjadi penurunan penjualan mobil dan peningkatan pengeluaran seiring dengan investasi teknologi oleh CEO Tesla Elon Musk.
Penurunan ini juga ditambah dengan langkah politik Elon yang sempat jadi pejabat di Gedung Putih dengan menjadi anak buah Donald Trump.
Tidak hanya itu, juga ada ketegangan terkait pemungutan suara para pemegang saham pada November tahu lalu yang memberikan paket gaji senilai hingga 1 triliun dolar kepada Elon.
Laba Tesla mencapai $840 juta pada kuartal yang berakhir 31 Desember, turun dari $2,1 miliar setahun sebelumnya, sementara pendapatan mencapai $24,9 miliar, turun 3,1 persen.
Penurunan laba telah diperkirakan setelah Tesla melaporkan penurunan pengiriman mobil pada kuartal keempat dan sepanjang tahun pada awal Januari.
Baca Juga: Elon Musk Sebut Populasi Robot Humanoid Geser Jumlah Manusia
Meski demikian, pihak Tesla mengatakan penurunan itu dipengaruhi oleh biaya restrukturisasi yang tinggi, peningkatan pendanaan penelitian dan pengembangan untuk upaya AI dan hambatan dari tarif yang lebih tinggi, dan penurunan pendapatan yang terkait dengan kredit pajak emisi setelah pembalikan kebijakan lingkungan AS oleh Trump.
Untuk rencana kerja tahun 2026, Musk mengatakan Tesla berencana untuk mengurangi produksi Model S dan X, mobil listrik mewah, dan akan mengubah kapasitas pabrik di Fremont, California untuk membangun robot humanoid.
Dalam rilis pendapatan Januari 2025, Tesla memproyeksikan kembalinya pertumbuhan penjualan kendaraan. Namun, penjualan mobil Tesla pada tahun 2025 turun sembilan persen, mencerminkan peningkatan persaingan dari para pesaing dan reaksi negatif terhadap dukungan Musk terhadap Trump dan tokoh-tokoh politik sayap kanan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat