Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Pertamina ke Bursa, Perjalanan Iman Rachman Sebelum Mundur dari BEI

        Dari Pertamina ke Bursa, Perjalanan Iman Rachman Sebelum Mundur dari BEI Kredit Foto: Alfida Rizky Febrianna
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan pasar modal yang terjadi dalam dua hari terakhir, ditandai dengan pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

        Iman Rachman merupakan Direktur Utama BEI yang menjabat sejak ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022. Ia dikenal memiliki lintasan karier panjang di sektor keuangan, pasar modal, hingga BUMN strategis sebelum memimpin otoritas bursa.

        Perjalanan profesional Iman dimulai di pasar modal. Ia mengawali karier sebagai Manager di PT Danareksa Sekuritas pada 1998–2003. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Mandiri Sekuritas dan menjabat sebagai Direktur Investment Banking selama lebih dari satu dekade, yakni pada 2003–2016.

        Dari sektor pasar modal, Iman kemudian berpindah ke BUMN pelabuhan. Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016–2018, lalu melanjutkan peran serupa sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018–2019.

        Baca Juga: Pucuk Pimpinan BEI Kosong, Ini Bocoran Plt yang Gantikan Iman Rachman

        Kariernya berlanjut di holding pengelolaan aset negara. Pada 2019–2020, Iman dipercaya sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero). Setelah itu, ia bergabung dengan PT Pertamina (Persero) sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha pada 2020–2022. Jabatan tersebut menjadi posisi terakhirnya sebelum ditunjuk memimpin Bursa Efek Indonesia.

        Secara akademik, Iman Rachman menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran pada 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada 1997.

        Saat menyampaikan pengunduran dirinya, Iman menegaskan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan bursa atas dinamika pasar yang terjadi.

        “Walaupun kondisi kita (IHSG) pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan pernyataan, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman saat menyampaikan pengunduran dirinya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

        Baca Juga: Dirut BEI Iman Rachman Mundur Setelah IHSG Terpukul

        Ia berharap langkah tersebut menjadi keputusan terbaik bagi pasar modal Indonesia.
        “Saya percaya bahwa ini bentuk tanggung jawab saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” katanya.

        Terkait kelanjutan kepemimpinan BEI, Iman menyampaikan bahwa proses administrasi akan berjalan sesuai anggaran dasar. Bursa akan menunjuk pelaksana tugas Direktur Utama hingga ditetapkan pimpinan definitif.
        “Dokumentasi administrasi semuanya akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar kita. Nanti akan ada sementara Plt. yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita,” ujarnya.

        Menutup pernyataannya, Iman menyampaikan apresiasi atas kerja sama selama hampir empat tahun masa kepemimpinannya di BEI dan menyampaikan permohonan maaf atas hal-hal yang kurang berkenan selama menjalankan tugas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: