Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham PLN di IBC Susut Jadi 7,5%, MIND ID Kini Kuasai 67,5%

        Saham PLN di IBC Susut Jadi 7,5%, MIND ID Kini Kuasai 67,5% Kredit Foto: IBC
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komposisi kepemilikan saham PT Indonesia Battery Corporation (IBC) resmi berubah. PT PLN (Persero) kini hanya mengantongi 7,5% saham, turun drastis dari porsi awal sebesar 25%. Pengalihan kepemilikan ini menjadikan Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, sebagai pemegang saham mayoritas.

        Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengungkapkan bahwa penyusutan saham ini terjadi karena PLN memilih untuk tidak lagi menambah setoran modal (chip-in) dalam proyek IBC ke depan. Akibatnya, porsi kepemilikan PLN terdelusi.

        Informasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT IBC, PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), CBL International Development PTE. Ltd.

        Baca Juga: IBC Minta Tiga Dukungan DPR untuk Akselerasi Industri Baterai Terintegrasi

        “Per hari ini, PLN itu sudah menyatakan bahwa mereka mundur dari IBC, proyek IBC dengan cara tidak akan melakukan chip-in lagi. Jadi setiap kali ada penambahan modal, mereka tidak akan nambah. Jadi dengan demikian sahamnya terdelusi. Dulunya mereka itu 25%, sekarang tinggal 7,5%,” kata Bambang dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

        Dengan peralihan ini, MIND ID resmi menjadi pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan 67,5% (Inalum 33,75% dan Antam 33,75%). Sementara itu, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) tetap memegang 25%, dan PLN menyisakan 7,5%.

        Baca Juga: Pertamina dan MIND ID Kolaborasi Hilirisasi Batu Bara jadi DME untuk Kurangi Impor LPG

        “Jadi kami berharap sebetulnya untuk men-direct ini biar lebih lincah IBC, ya harusnya MIND ID ini mengkoordinir ini sebagai saham pengendali. Karena kalau kita lihat ini kan sebetulnya sudah 60%,” imbuhnya.

        Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, membenarkan perubahan struktur modal tersebut. Namun, ia enggan merinci alasan di balik keputusan PLN untuk mundur secara perlahan dari pendanaan IBC.

        "Masih ada (saham PLN), sekarang 7,5%. Kalau alasan (pengurangan saham), tolong ditanyakan kepada para pemegang saham. Saya hanya penerima mandat," kata Aditya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: