Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AI Lebih Pintar di Samsung Galaxy S26, Tidak Perlu Cloud Lagi

        AI Lebih Pintar di Samsung Galaxy S26, Tidak Perlu Cloud Lagi Kredit Foto: Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Samsung Galaxy S26 diperkirakan menjadi salah satu ponsel flagship pertama yang memaksimalkan kemampuan AI on-device secara signifikan berkat chipset Exynos 2600 terbaru dan NPU (Neural Processing Unit) generasi baru.

        Dengan NPU yang diklaim dua kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya, Galaxy S26 mampu melakukan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa mengandalkan koneksi internet, yang menjadi loncatan besar dalam pengalaman pengguna sehari-hari.

        Kemampuan AI on-device ini memungkinkan sejumlah fitur berat seperti voice assistant, rekomendasi konten, editing foto dan video, serta text generation, berjalan secara instan, aman, dan hemat data.

        Secara praktis, pengguna bisa menikmati kemampuan AI yang biasanya membutuhkan cloud server — misalnya pengenalan objek, pengaturan kamera otomatis, dan saran penulisan teks — langsung dari ponsel mereka.

        Hal ini berbeda dengan smartphone biasa, di mana proses AI harus mengirim data ke server cloud untuk dihitung, yang sering menimbulkan delay dan risiko privasi.

        Dengan NPU Exynos 2600, Galaxy S26 menjanjikan pengalaman lebih responsif dalam pengolahan data visual dan audio, seperti optimasi foto malam, stabilisasi video, dan deteksi wajah atau objek real-time.

        Selain itu, AI on-device juga memberi keuntungan pada efisiensi baterai karena tidak perlu transfer data terus-menerus ke server eksternal.

        Teknologi ini memungkinkan Galaxy S26 melakukan analisis kompleks secara lokal, termasuk prediksi perilaku pengguna, personalisasi rekomendasi, dan pengaturan performa aplikasi secara adaptif.

        Bocoran menunjukkan bahwa kemampuan ini juga terintegrasi dengan fitur One UI 8.5, sehingga notifikasi, manajemen aplikasi, dan automasi smartphone bisa lebih cerdas.

        Bagi pengguna di Indonesia, kemampuan AI on-device berarti privasi lebih terjaga karena data sensitif tidak meninggalkan perangkat, sekaligus meningkatkan kinerja saat internet lambat atau tidak tersedia.

        Baca Juga: Harga Rp3,7 sampai 4,2 Juta, Ini Keunggulan Samsung Galaxy A26 5G di 2026! Masih Relevan dan Worthy

        Kombinasi Exynos 2600 + NPU generasi baru ini bisa menjadi pembeda utama Galaxy S26 dibanding flagship lain yang masih mengandalkan pemrosesan cloud untuk AI.

        Fitur AI ini juga relevan untuk konten kreator, gamer, dan pengguna produktivitas yang memerlukan respons cepat dari perangkat tanpa tergantung koneksi internet.

        Secara keseluruhan, implementasi AI on-device di Galaxy S26 menegaskan bahwa Samsung tidak hanya fokus pada spesifikasi hardware mentah, tetapi juga pada kecerdasan software yang membuat perangkat benar-benar “pintar” secara lokal.

        Prediksi rilis Galaxy S26 global mengarah ke Q2 2026 atau sekitar Maret-Juni, dengan kemungkinan masuk pasar Indonesia beberapa minggu setelah peluncuran global.

        Dengan harga flagship terbaru, Galaxy S26 diposisikan sebagai salah satu smartphone paling canggih untuk pengguna yang ingin AI cepat, aman, dan bisa digunakan di mana saja tanpa internet.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: