Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SBM ITB Buka Wacana Streamlining Organisasi, Lean HR dan People Analytics Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan

SBM ITB Buka Wacana Streamlining Organisasi, Lean HR dan People Analytics Jadi Kunci Daya Saing Masa Depan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Bandung -

Di tengah tekanan global, disrupsi teknologi, dan tuntutan efisiensi yang semakin kompleks, penyederhanaan organisasi tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai agenda restrukturisasi.

Inilah pesan utama yang mengemuka dalam forum diskusi HCM Talks ke-5 yang digelar oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, dengan menempatkan human capital sebagai penggerak utama keberlanjutan bisnis.

Melalui forum bertajuk “Navigating the Future of Human Capital: Business and Organizational Streamlining through Lean HR and People Analytics”, SBM ITB mempertemukan akademisi dan praktisi lintas sektor untuk membedah strategi organizational streamlining sebagai fondasi transformasi jangka panjang, khususnya bagi korporasi besar dan BUMN.

Diskusi panel pertama membahas dua topik utama, yakni Strategic Approaches to Organizational Streamlining serta Business and Organizational Streamlining di BUMN. 

Salah satu pembicara kunci, Martin Santoso, Associate Partner McKinsey & Company, menegaskan bahwa streamlining harus diposisikan sebagai enabler transformasi, bukan sekadar agenda penggabungan atau pemisahan unit kerja.

Organizational streamlining seharusnya menjadi pengungkit untuk optimalisasi organisasi dan keberlanjutan bisnis. Fokusnya bukan hanya struktur, tetapi bagaimana organisasi mampu beradaptasi dan menciptakan nilai,” ujar Martin di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Pandangan tersebut diperkuat oleh Priyanto Rudito, Chairman Nation Brand Team Kementerian Pariwisata sekaligus dosen, yang memperkenalkan kerangka Getting Better, Broader, and Bolder. 

Menurutnya, transformasi harus diawali dengan penguatan fundamental bisnis sebelum organisasi diperluas dan dikembangkan secara strategis.

“Dalam konteks BUMN, streamlining berkaitan erat dengan pengelolaan pertumbuhan, baik organik maupun anorganik, yang harus ditopang oleh operational excellence dan pengelolaan human capital yang tepat,” jelasnya.

Dari sisi praktisi, Mia Khrishna Anggaraini, SVP Business Transformation and Optimization Pertamina, membagikan pengalaman transformasi organisasi di perusahaannya, termasuk perubahan struktur sejak sebelum 2018 hingga pembentukan holding dan subholding.

“Streamlining menuntut pendekatan strategis. Fondasi organisasi harus diperkuat terlebih dahulu agar mampu tumbuh lebih besar dan lebih luas. Ini bukan sekadar aksi korporasi, tetapi upaya menyatukan seluruh pemangku kepentingan agar organisasi tetap stabil dan adaptif,” ungkapnya.

Diskusi ini juga diperkaya oleh perspektif akademik dari Prof. Dr. Ir. Utomo Sarjono Putro, M.Eng., Ketua Kelompok Keahlian Strategic Decision Making and Negotiation SBM ITB. Ia menekankan pentingnya kolaborasi riset antara kampus dan BUMN dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan bisnis.

“Transformasi berbasis data dan struktur bukan proses yang mudah. Akademisi memiliki metodologi, sementara praktisi memiliki konteks nyata. Kolaborasi keduanya dapat menghasilkan inovasi yang berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, moderator diskusi Dr. rer. pol. Achmad Fajar Hendarman, anggota Kelompok Keahlian People and Knowledge Management SBM ITB, menyoroti bahwa tantangan terbesar justru terletak pada aspek manusia.

“Streamlining bukan hanya memangkas struktur, tetapi memperbaiki proses bisnis dan mengelola perubahan mindset. Resistensi harus dikelola secara matang agar transformasi berjalan efektif,” jelasnya.

Baca Juga: Bluebird Perluas Layanan Taksi Listrik di Bandung, Siap Tangkap Peluang Mobilitas Ramadan dan Lebaran

Forum ini menyimpulkan bahwa organizational streamlining merupakan proses transisi strategis yang tidak berorientasi pada pengurangan manfaat karyawan, melainkan pada optimalisasi proses bisnis, penguatan kapabilitas SDM, dan pengembangan model operasional baru.

Melalui pendekatan Lean HR dan people analytics, perusahaan diharapkan mampu mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

HCM Talks ke-5 pun menegaskan peran strategis human capital sebagai mitra bisnis, bukan sekadar fungsi administratif, dalam menavigasi masa depan organisasi. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: