Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Intip 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas

        IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Intip 6 Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (9/2) berpotensi menguat secara terbatas. Rentang support diperkirakan berada di level 7.780–7.850, sedangkan area resistance berada di kisaran 8.000–8.050.

        "Tapi hati-hati sepanjang IHSG belum break di atas 8050, masih rentan koreksi lagi," kata Fanny dalam risetnya.

        Pada perdagangan Jumat sebelumnya, IHSG ditutup melemah 2,08%. Meski demikian, aliran dana asing tercatat masih masuk dengan net buy sekitar Rp775 miliar. Saham yang paling banyak diborong investor asing antara lain BMRI, BUMI, TLKM, ANTM, dan ASII.

        Dari pasar global, indeks saham Wall Street justru ditutup menguat pada Jumat (6/2) setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.

        Rebound tersebut didorong oleh pemulihan harga bitcoin yang sebelumnya sempat jatuh lebih dari 50% dari level tertingginya. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,47%, S&P 500 naik 1,97%, dan Nasdaq Composite menguat 2,18%.

        Sejumlah saham teknologi juga mencatatkan penguatan signifikan. Nvidia melesat hampir 8%, Broadcom naik sekitar 7%, sementara Oracle dan Palantir Technologies masing-masing menguat 4%.

        Namun, tekanan masih terlihat pada sebagian saham perangkat lunak, seperti ServiceNow yang masih melemah akibat kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan (AI).

        Di sisi lain, saham Amazon anjlok lebih dari 5% setelah melaporkan laba per saham yang sedikit di bawah ekspektasi analis serta mengumumkan rencana belanja modal hingga US$200 miliar pada tahun ini.

        Sementara itu, bursa Asia-Pasifik bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Jumat (6/2). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,81% dan Topix menguat 1,28%. Namun, indeks Kospi Korea Selatan turun 1,44% dan Kosdaq melemah 2,49%.

        Di Australia, ASX 200 turun 2,03%, Taiex Taiwan terkoreksi 0,06%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,21%. Straits Times juga turun 0,83%, sedangkan FTSE Malaysia naik tipis 0,10%.

        Pelemahan di kawasan Asia disebut mengikuti tekanan di Wall Street yang dipicu turunnya saham teknologi AS dan aset kripto. Saham-saham Korea Selatan yang menjadi barometer investasi kecerdasan buatan sempat turun hingga 5,1% sebelum akhirnya rebound.

        Selain itu, data menunjukkan pengumuman pemutusan hubungan kerja (layoff) di AS melonjak pada Januari ke level tertinggi dalam 17 tahun untuk bulan tersebut, berdasarkan survei perusahaan outplacement global Challenger, Gray & Christmas.

        Baca Juga: IHSG Diramal Melemah Terbatas, IPOT Rekomendasikan Saham-saham Ini

        Baca Juga: Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Bilang Begini ke BEI

        Rekomendasi Saham Hari Ini dari BNI Sekuritas

        BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, yaitu:

        • JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2460-2500, cutloss di bawah 2400, target dekat di 2540-2600. 
        • HRTA Spec Buy dengan area beli di 2200-2260, cutloss di bawah 2180, target dekat di 2300-2360. 
        • BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 216-222, cutloss di bawah 210, target dekat di 232-240. 
        • ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 3620-3680, cutloss di bawah 3600, target dekat di 3800-3850. 
        • ARCI Buy if Break 1615, dengan target dekat di 1640-1665, cutloss di bawah 1585.
        • AGII Spec Buy dengan area beli di 2120-2170, cutloss di bawah 2050, target dekat di 2210-2300.       

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: