Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        RI-Kuwait Perkuat Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

        RI-Kuwait Perkuat Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kredit Foto: Dok. Kemen PPPA
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia dan Kuwait memperkuat kerja sama dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan antara kedua negara.

        Hal tersebut ditandai dengan pertemuan antara Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dengan delegasi Kuwait dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pada Sabtu (07/02/2026).

        Baca Juga: Pasokan Cukup, Kemendag Pastikan Harga Minyak Goreng Terkendali Jelang Ramadan dan Idulfitri

        Dalam pertemuan tersebut, Menteri PPPA menekankan pentingnya penguatan pengasuhan dalam keluarga sebagai fondasi utama perlindungan anak. 

        Menurut Menteri PPPA, melemahnya pola asuh, pengaruh media sosial, serta berkurangnya interaksi sosial dapat berdampak signifikan terhadap kualitas tumbuh kembang anak.

        Sementara itu, di bidang pendidikan, Menteri PPPA menyoroti peran strategis guru di daerah terpencil, yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan serta sarana dan prasarana. Penguatan dukungan bagi tenaga pendidik dinilai penting untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

        Dalam kerja sama ke depan, dibahas juga potensi kolaborasi dalam penguatan kapasitas guru-guru madrasah di daerah terpencil, melalui dengan program percontohan (pilot project) untuk mendukung kesejahteraan guru serta perbaikan sarana dan prasarana pendidikan.

        “Kalau boleh kita memulai proyek di daerah-daerah terpencil yang gurunya begitu bersemangat, meskipun dalam kondisi yang seadanya. Kita perlu memperkuat para guru ini agar bisa fokus mengajar,” kata Menteri PPPA, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Senin (9/3).

        Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pendampingan anak-anak yang orang tuanya bekerja di luar negeri, serta penanganan anak dan perempuan di wilayah terdampak bencana melalui program trauma healing dan penguatan ekonomi perempuan.

        “Satu lagi, mungkin kita bisa mulai di daerah bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bagaimana kita memberikan trauma healing untuk anak-anak dan kemudian penguatan ekonomi kepada perempuan-perempuan. Aceh bisa kita jadikan prioritas karena mereka yang paling terdampak untuk bisa kita support untuk penguatan atau pemberdayaannya,” kata Menteri PPPA.

        Sementara itu, Direktur Jenderal International Islamic Charitable Organization (IICO) Kuwait, Badr Saud Al-Sumait, menyampaikan terdapat kesamaan fokus antara IICO dan Kemen PPPA, khususnya dalam isu anak dan perempuan. 

        “Kami memiliki perhatian yang sama dengan Kemen PPPA, salah satunya terkait pengaruh media sosial yang sangat nyata. Forum seperti ini membuka peluang kerja sama dalam aspek pendidikan maupun ekonomi yang fokusnya untuk anak-anak dan perempuan,” ujar Badr Saud Al-Sumait.

        Selain IICO, turut hadir beberapa perwakilan organisasi nonpemerintah Kuwait, antara lain Arabic Global School Jakarta dan Yayasan Jam’iyyah Khairiyyah Indonesia Kuwait.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: