Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gaikindo Bongkar Penyebab Penjualan Kendaraan Mobil Turun di 2025

        Gaikindo Bongkar Penyebab Penjualan Kendaraan Mobil Turun di 2025 Kredit Foto: Fajar Sulaiman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penjualan kendaraan bermotor, khususnya mobil, babak belur sepanjang 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hanya mencapai 803 ribu unit, atau turun sekitar 7 persen dibandingkan dengan capaian 2024.

        Ketua Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Selain itu, terjadi pergeseran preferensi konsumen dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

        “Kalau kita bicara sektor otomotif tahun lalu dibanding 2024, kami turun 7 persen. Ini diiringi dengan masuknya merek baru dan juga banyak mobil listrik masuk dengan harga sangat sangat terjangkau,” ucap Jongkie dalam acara Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

        Baca Juga: Sektor Industri Otomotif Lesu di Tahun 2025, Menperin Bilang Pemerintah Akan Beri Insentif yang Efektif

        Jongkie menjelaskan, dengan pendapatan per kapita Indonesia yang saat ini berada di kisaran USD 5.300, pasar kendaraan roda empat masih didominasi secara mutlak oleh segmen harga di bawah Rp300 juta. Adapun kendaraan dengan harga di atas Rp300 juta memiliki pasar yang sangat terbatas.

        “Dengan demikian, maka mobil mana yang bisa dibeli dan dicicil oleh masyarakat? Hanya mobil dengan harga Rp300 juta ke bawah,” ucapnya.

        Kondisi menarik lainnya, lanjut Jongkie, terjadi di segmen mobil murah. Penjualan Low Cost Green Car (LCGC) tercatat mengalami penurunan signifikan hingga 37 persen. Penurunan ini dipicu oleh kehadiran mobil listrik (Electric Vehicle/EV) dengan harga kompetitif yang mulai masuk ke segmen Rp200 jutaan.

        “Jadi orang beralih dari LCGC. Tapi secara volume kalau digabung masih oke Rp300 juta ke bawah, yang ke atas menurun,” ungkapnya.

        Baca Juga: Sektor Otomotif Dorong Kenaikan Indeks Kepercayaan Industri di Awal 2026

        Memasuki 2026, Gaikindo tetap bersikap optimistis namun realistis dengan menetapkan target penjualan sebesar 850 ribu unit. Target tersebut hanya tumbuh tipis sekitar 5 persen dibandingkan realisasi penjualan sepanjang 2025.

        Sikap hati-hati ini diambil karena kinerja penjualan pada Januari 2026 tercatat menurun dibandingkan Desember 2025 yang bersifat extraordinary. Selain itu, ketidakpastian terkait kelanjutan insentif pemerintah menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan pasar otomotif tahun ini.

        “Kita menunggu apa yang dilakukan pemerintah. Katanya insentif mau diberikan lagi, tapi kita belum mendapatkan kabar. Jadi kita menunggu saja,” pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: