Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menkeunya Trump: AS-China Rival, Tapi Tak Ingin Putus Hubungan Ekonomi

        Menkeunya Trump: AS-China Rival, Tapi Tak Ingin Putus Hubungan Ekonomi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan bahwa tak ada permusuhan dalam hubungan dari China dan Amerika Serikat. Namun keduanya hanyalah rival strategis.

        Menurut Bessent, Washington tidak melihat mitra dagangnya itu sebagai musuh yang harus dijauhi sepenuhnya, melainkan sebagai pesaing yang perlu dihadapi secara adil. Hubungan keduanya juga cukup nyaman.

        Baca Juga: Soroti Kebijakan Trump, Rusia Pesimistis Soal Hubungan Ekonomi Dengan AS

        “Hubungan kami sekarang berada di tempat yang cukup nyaman. Kita akan menjadi rival, tetapi rivalitas itu harus adil,” ujar Bessent, dikutip dari Reuters.

        Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin melakukan decoupling atau pemutusan hubungan ekonomi total dengan China. Namun pihaknya sendiri memilih pendekatan de-risking, yakni mengurangi ketergantungan di sektor-sektor strategis.

        Fokus AS: Kedaulatan Industri Strategis

        Bessent menyebut pemerintahannya tengah berupaya mengambil kembali kedaulatan industri viral dari China. Industri-industri itu diantaranya adalah mineral kritis, semikonduktor, obat-obatan dan farmasi

        “Kita akan selalu menjadi kompetitor. Dan menurut saya, kompetisi itu membuat kita lebih baik dan mencegah stagnasi,” kata Bessent.

        Bessent juga menilai rivalnya harus melakukan rebalancing ekonomi, terutama terkait neraca perdagangannya dengan dunia.

        “Dunia tidak bisa berada dalam situasi di mana mereka secara konsisten menjalankan surplus perdagangan sebesar itu. Itu tidak mungkin berlangsung terus,” ujarnya.

        Baca Juga: Dolar Tertekan, China Dorong Sektor Perbankan Tinggalkan Obligasi AS

        Rivalitas Amerika Serikat-China ini diperkirakan tetap membentuk dinamika perdagangan, teknologi dan investasi global dalam jangka panjang. Meski demikian, sikap de-risking ketimbang decoupling memberi sinyal stabilitas relatif bagi ekonomi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: