Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Setiap Imlek Biasanya Turun Hujan?

        Kenapa Setiap Imlek Biasanya Turun Hujan? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menjelang peringatan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang muncul anggapan kalau setiap Imlek pasti turun hujan.

        Dalam tradisi Tionghoa percaya bahwa hujan saat Imlek itu artinya membawa keberuntungan dan rezeki yang berlimbah.

        Tapi apakah ada hubungannya Imlek dan turunnya hujan? atau ini hanya kebetulan semata?

        Penjelasan ilmiahnya adalah Imlek biasanya jatuh pada akhir Januari hingga pertengahan Februari. Pada periode tersebut, biasanya di Indonesia sudah memasuki puncak musim hujan terhitung dari Desember–Februari.

        Baca Juga: Hujan atau Cerah? Begini Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini (11/2)

        Itu artinya, secara statistik, kemungkinan hujan memang tinggi di periode tersebut.

        Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan saat ini memang terjadi tren hujan ekstrem.

        Curah hujan di atas 150 milimeter per hari kini memang kerap terjadi, bahkan pada beberapa kejadian mencapai 300 hingga 400 milimeter per hari.

        Ini ada pula didukung pula kondisi atmosfer di Indonesia yang sedang aktif-aktifnya karena faktor Monsun Asia yang membawa suplai massa udara basah dari kawasan Asia ke Indonesia, sehingga berpotensi meningkatkan intensitas hujan di banyak daerah.

        "Hujan saat Imlek bukan karena perayaaannya, tapi karena kondisi atmosfer yang mendukung terjadinya hujan," kata Andri melanjutkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: