Kredit Foto: WE
PT XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) harus menelan pil pahit sepanjang 2025. Di tengah lonjakan pendapatan yang signifikan, Perseroan justru mencatat rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,42 triliun. Padahal pada tahun sebelumnya, EXCL masih mencatat laba Rp1,81 triliun.
Secara top line, kinerja perusahaan sebenarnya impresif. Hingga 31 Desember 2025, EXCL membukukan pendapatan Rp42,44 triliun, melonjak 23,41% dibandingkan Rp34,39 triliun pada 2024.
Kontributor utama berasal dari segmen jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi sebesar Rp41,97 triliun. Sementara managed service dan jasa teknologi informasi menyumbang Rp529,44 miliar. Total tersebut dikurangi biaya eliminasi Rp63,01 miliar.
Namun lonjakan pendapatan tak mampu menahan laju pembengkakan beban. Beban penyusutan melonjak menjadi Rp17,58 triliun dari Rp12,07 triliun. Beban infrastruktur naik ke Rp12,32 triliun dari Rp8,94 triliun. Beban interkoneksi dan beban langsung lainnya meningkat menjadi Rp4,9 triliun dari Rp3,28 triliun.
Baca Juga: Danantara Sebut 52% BUMN Alami Kerugian, Nilainya Capai Rp20 Triliun Sepanjang 2025
Tekanan juga datang dari beban gaji dan kesejahteraan karyawan yang melonjak drastis ke Rp4,28 triliun dari Rp1,73 triliun. Beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp2,29 triliun dari Rp2,09 triliun.
Beban umum dan administrasi membengkak ke Rp841,99 miliar dari Rp454,99 miliar, sementara beban amortisasi naik menjadi Rp428,52 miliar dari Rp216,92 miliar. Beban lain-lain bahkan melonjak ke Rp1,05 triliun dari Rp230,29 miliar.
Biaya keuangan pun meningkat ke Rp4,01 triliun dari Rp3,11 triliun, semakin menekan laba bersih perusahaan. Di sisi lain, keuntungan dari penjualan dan sewa-balik menara turun menjadi Rp141,22 miliar dari Rp415,64 miliar.
Dari sisi neraca, total aset EXCL per 31 Desember 2025 tercatat Rp115,31 triliun, naik dari Rp86,17 triliun pada 2024. Rinciannya, aset lancar sebesar Rp15,02 triliun dan aset tidak lancar Rp100,29 triliun.
Sementara itu, liabilitas bengkak menjadi Rp85,3 triliun dari Rp59,94 triliun dan ekuitas berada di level Rp30 triliun dari Rp26,22 triliun. Kinerja ini menunjukkan bahwa meski pendapatan tumbuh agresif, tekanan beban yang melonjak tajam menjadi tantangan besar bagi EXCL sepanjang 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: