Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Sudah Capai Rp308 Triliun, Jadi Modal MBG

        Prabowo Klaim Efisiensi Anggaran Sudah Capai Rp308 Triliun, Jadi Modal MBG Kredit Foto: Youtube Setpres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah melakukan penghematan anggaran negara hingga Rp308 triliun pada tahun pertama pemerintahannya, yang kemudian dialihkan untuk membiayai program produktif, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

        Prabowo menegaskan penghematan dilakukan melalui kebijakan efisiensi fiskal dengan memangkas belanja negara yang dinilai tidak produktif, seperti perjalanan luar negeri, kegiatan seremonial, rapat, seminar, forum diskusi kelompok (focus group discussion), serta kajian dan analisis yang berlebihan

        “Dalam kebijakan fiskal saya sudah buktikan bahwa kita bisa melaksanakan efisiensi, penghematan yang sangat besar. Di tahun pertama pemerintahan kita, kita telah menghemat uang dari anggaran kita sendiri sangat besar. 300 triliun lebih penghematan kita,” ujarnya, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

        Ia menyampaikan bahwa penghematan tersebut kembali dilakukan hingga akhir 2025 dan hasilnya telah terlihat secara nyata dalam pembiayaan program-program prioritas pemerintah.

        “Uang inilah, uang penghematan inilah yang kita pakai untuk program MBG dan sebagainya. Uang yang pasti akan habis untuk hal-hal yang tidak produktif, kita alihkan ke hal-hal yang produktif,” katanya.

        Menurut Prabowo, kebijakan efisiensi diarahkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan riil di lapangan tanpa membebani anggaran dengan aktivitas administratif yang berulang.

        “Kita mengeluarkan semua yang bersifat tidak produktif: perjalanan luar negeri, seremoni-seremoni yang tidak perlu, rapat, seminar, FGD, dan sebagainya. Kajian-kajian, analisa-analisa, sudah tidak perlu terlalu banyak kajian dan analisa. Kita sudah tahu masalahnya,” ujarnya.

        Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran hasil penghematan difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang langsung berdampak.

        “Kekurangan infrastruktur, lakukan. Desa perlu jembatan, buat. Rakyat lapar, cari pangan,” kata Prabowo.

        Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut total penghematan anggaran yang telah dicapai pemerintahannya mencapai Rp308 triliun hingga Rp380 triliun, atau setara sekitar US$18 miliar.

        “Ini kita sudah hemat sangat luar biasa di tahun pertama, 308 triliun rupiah kita sudah hemat. Ini berapa miliar dolar? 18 miliar dolar,” ujarnya.

        Meski demikian, Prabowo mengakui masih terdapat potensi kebocoran anggaran yang perlu ditekan lebih lanjut melalui penguatan pengawasan dan reformasi tata kelola.

        “Kebocoran harus kita tutup, harus kita kurangi,” katanya.

        Pemerintah, lanjut Prabowo, akan terus melanjutkan kebijakan efisiensi belanja negara untuk memastikan setiap rupiah APBN digunakan secara optimal dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: