iPhone Fold 2026 Lipatan Setipis Dua Lembar Kertas, Harga Tembus Rp40 Juta
Kredit Foto: Unsplash/Martin Sanchez
Satu pertanyaan yang sudah bertahun-tahun menggantung di industri ponsel akhirnya mendapat jawaban konkret. Apple telah mengirimkan production line orders ke Foxconn — sinyal industri yang artinya lebih dari sekadar bocoran iPhone Fold benar-benar akan diproduksi massal tahun ini.
Tapi yang membuat pengumuman tidak resmi ini lebih menarik bukan soal kapan, melainkan soal bagaimana Apple memecahkan masalah terbesar yang selama ini menghantui seluruh kategori ponsel lipat.
Siapa pun yang pernah menggenggam Samsung Galaxy Z Fold atau Google Pixel Fold tahu persis keluhannya garis horizontal di tengah layar yang terasa di ujung jari setiap kali mengusap layar, dan lekukan yang terlihat jelas dari sudut tertentu. Untuk ponsel yang harganya bisa menembus Rp25 juta ke atas, detail itu terasa tidak sebanding.
Apple menjadikan masalah itu sebagai prioritas utama. Berdasarkan data yang diperoleh leaker Fixed Focus Digital di Weibo, Apple berhasil mengontrol kedalaman lipatan layar di bawah 0,15 mm dengan sudut lipatan di bawah 2,5 derajat, tidak lebih tebal dari dua lembar kertas yang ditumpuk, mengingat satu lembar kertas biasa berketebalan sekitar 0,1 mm.
Apple bahkan disebut mengembangkan material khusus yang dirancang untuk menghilangkan bekas lipatan secara permanen, menjadikan iPhone Fold kandidat kuat sebagai foldable pertama di dunia yang benar-benar crease-free.
Jika klaim itu terbukti di dunia nyata, ini bukan sekadar pencapaian teknis Apple semata — ini bisa jadi titik balik yang mengubah persepsi publik terhadap seluruh kategori ponsel lipat.
Di luar soal lipatan, ada perubahan lain yang tidak kalah mengejutkan. iPhone Fold kemungkinan besar tidak akan hadir dengan Face ID, teknologi pengenal wajah yang sudah menjadi ciri khas iPhone sejak 2017.
Sebagai gantinya, Apple diperkirakan kembali ke Touch ID yang ditempatkan di tombol samping, solusi yang lebih efisien secara ruang dan sudah terbukti nyaman di iPad Air serta beberapa model iPhone SE.
Bagi sebagian pengguna ini mungkin terasa seperti langkah mundur, tapi dalam konteks desain ponsel lipat yang menuntut efisiensi ruang maksimal, kompromi ini tergolong masuk akal.
Inovasi itu datang dengan harga yang tidak main-main. iPhone Fold diperkirakan dibanderol mulai 2.000 hingga 2.500 dolar AS, menjadikannya iPhone dengan harga tertinggi yang pernah Apple tawarkan. Dengan kurs saat ini, angka itu setara kisaran Rp32 juta hingga Rp40 juta, bersaing langsung dengan Samsung Galaxy Z Fold 8 di segmen ultra-premium.
Baca Juga: Apple Luncurkan iPhone 17e, Performa Setara Flagship dengan Harga Lebih Ramah
Pertanyaannya bukan lagi soal apakah iPhone Fold akan mahal. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah inovasi layar tanpa bekas lipatan yang diklaim Apple cukup kuat untuk membenarkan harga setinggi itu di mata konsumen.
Peluncuran global iPhone Fold diperkirakan berlangsung pada 2026, namun penjualan resmi yang meluas kemungkinan baru dimulai pada 2027. Indonesia, yang kerap mendapat giliran lebih lambat dibanding pasar utama seperti AS, Eropa, dan China, kemungkinan besar mengikuti gelombang kedua tersebut.
Harga resmi dan tanggal peluncuran di Indonesia belum diumumkan secara resmi oleh Apple.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: