Rezim Khamenei Bakal Tamat, Sekutu Amerika Serikat (AS) Tuntut Kehancuran Iran
Kredit Foto: Istimewa
Kanada menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Iran. Hal ini berbarengan dengan bocornya rencana operasi militer jangka panjang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan negaranya menginginkan perubahan pemerintahan dari Teheran. Pihaknya sudah tidak percaya dengan rezim dari Ali Khamenei.
Baca Juga: Sinyal Perang Dunia, Amerika Serikat (AS) Diam-diam Siapkan Operasi Militer Panjang di Iran
“Kami tidak akan membuka kembali hubungan diplomatik dengan mereka kecuali terjadi perubahan rezim di Iran. Titik,” ujar Anand, dikutip dari Globe and Mail.
Hubungan Kanada dan Iran memang telah lama memburuk. Ottawa secara resmi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada 2012. Hingga kini, kedua negara tidak memiliki kedutaan atau perwakilan resmi di Teheran dan Ottawa.
Anand juga mengumumkan sanksi tambahan terhadap tujuh individu yang disebut memiliki keterkaitan langsung dengan Iran. Ia menegaskan bahwa alasan utama kebijakan pihaknya muncul adalah penindasan hak asasi manusia yang terus terjadi di Iran.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan skenario operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan dari Washington dan Teheran.
Baca Juga: Jika Pecah, Perang Amerika-Iran tidak Akan Singkat karena Pengaruh Tiongkok
Pejabat Gedung Putih mengatakan serangan dapat dilakukan kapan saja dan kini menunggu perintah langsung dari Trump. Perencanaan kali ini dilaporkan jauh lebih kompleks dibandingkan operasi sebelumnya yang menyerang fasilitas pengembangan nuklir dari Iran.
Dalam rencana serangan berkelanjutan terbaru ini, target serangan tidak hanya terbatas pada fasilitas nuklir, tetapi juga dapat mencakup fasilitas negara dan keamanan dari Iran. Namun, rincian spesifik target tidak diungkapkan.
Washington juga sepenuhnya memperkirakan dan bersiap menghadapi aksi balasan dari Iran. Hal itu berpotensi memicu rangkaian serangan dan pembalasan dalam jangka waktu panjang.
Baca Juga: Prabowo Akan Rombak Dana Desa, Ini Alasannya
Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan membom Iran. Hal itu terkait program nuklir, rudal balistik serta penindakan terhadap oposisi domestik dari Teheran. Ia menegaskan bahwa jika jalur diplomasi gagal, alternatifnya akan sangat traumatis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: