Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Investor Pemula Diimbau Pilih Reksa Dana Saat Pasar Berfluktuasi

        Investor Pemula Diimbau Pilih Reksa Dana Saat Pasar Berfluktuasi Kredit Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas, Francisca Gerungan menilai reksa dana menjadi instrumen investasi yang efektif, terutama bagi investor baru yang belum memiliki kapasitas melakukan seleksi saham secara mendalam, di tengah kondisi pasar yang volatil. 

        Francisca menjelaskan reksa dana menawarkan diversifikasi otomatis, baik dari sisi sektor maupun jenis aset, serta dikelola secara konsisten oleh manajer investasi profesional. Karakteristik tersebut dinilai relevan bagi investor pemula yang membutuhkan pendekatan terukur dalam mengelola risiko.

        “Di tengah volatilitas seperti saat ini, pendekatan yang terukur dan berbasiskan profil risiko jauh lebih penting dibandingkan mengejar momentum sesaat,” tegas Francisca dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

        Data Mirae Asset Sekuritas menunjukkan komposisi investor reksa dana masih didominasi nasabah ritel dengan porsi mencapai 99%. Jumlah nasabah ritel reksa dana tumbuh 15% secara tahunan (year-on-year/YoY) per Januari 2026, mencerminkan meningkatnya partisipasi investor individu di instrumen tersebut.

        Baca Juga: Ekonom Spill Tips Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

        Menurut Francisca, bagi investor dengan pendekatan defensif, reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan utama. Instrumen ini dinilai relatif lebih stabil dalam menjaga nilai portofolio, terutama saat pasar saham berfluktuasi.

        Sementara itu, untuk menangkap potensi kenaikan pasar saham secara bertahap, reksa dana campuran dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar. Manajer investasi dapat menyesuaikan komposisi saham dan obligasi secara dinamis sesuai perkembangan kondisi pasar.

        Francisca menekankan diversifikasi bukan bertujuan menghilangkan risiko, melainkan mengelolanya agar tetap sejalan dengan tujuan investasi. Pendekatan tersebut dinilai krusial bagi investor dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil.

        Sebagai ilustrasi, investor dapat mempertimbangkan alokasi portofolio yang lebih seimbang, dengan porsi dominan pada reksa dana dan sebagian kecil pada saham langsung, disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

        Baca Juga: 5 Cara Investasi Saham Luar Negeri dari Indonesia

        “Pasar yang fluktuatif bukan alasan untuk keluar sepenuhnya, tetapi menjadi momen untuk menyusun portofolio yang lebih seimbang dan rasional. Investor perlu fokus pada konsistensi dan disiplin, bukan hanya pada pergerakan harian,” tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: