Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rugi Link Net (LINK) Bengkak Jadi Rp1,44 Triliun pada 2025

        Rugi Link Net (LINK) Bengkak Jadi Rp1,44 Triliun pada 2025 Kredit Foto: Linknet
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Link Net Tbk (LINK) menutup tahun buku 2025 dengan rugi bersih sebesar Rp1,44 triliun. Angka tersebut membengkak dibandingkan periode 2024 sebesar Rp1,18 triliun. Seiring hasil tersebut, rugi bersih per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp527 dari sebelumnya Rp431.

        Padahal, Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang cukup kuat. Sepanjang 2025, pendapatan LINK mencapai Rp3,08 triliun, melonjak 22,22% dari Rp2,52 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Kontribusi pendapatan tersebut berasal dari segmen korporasi melalui bisnis sewa jaringan sebesar Rp1,13 triliun, TV kabel Rp959,22 miliar, internet broadband Rp795,38 miliar, serta segmen lainnya Rp192,91 miliar.

        Baca Juga: Pendapatan Naik, tapi EXCL Justru Rugi Rp4,42 Triliun pada 2025

        Dari sisi beban, penyusutan tercatat Rp1,67 triliun, sedikit turun dari Rp1,69 triliun pada 2024. Namun, beban jaringan dan beban langsung lainnya justru meningkat signifikan menjadi Rp1,53 triliun dari sebelumnya Rp1,06 triliun.

        Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp393,23 miliar dari Rp452,87 miliar. Beban gaji dan kesejahteraan karyawan juga menurun ke Rp249,25 miliar dari Rp264,16 miliar. Sementara itu, beban amortisasi naik menjadi Rp79,22 miliar dari Rp74,5 miliar.

        Beban penjualan dan pemasaran tercatat Rp32,92 miliar, turun dari Rp74,5 miliar. Penurunan nilai piutang usaha juga menyusut menjadi Rp8,11 miliar dari Rp46,45 miliar. Beban keuangan turun menjadi Rp514 miliar dari Rp632,39 miliar.

        Di sisi lain, penghasilan keuangan tercatat Rp9,54 miliar, turun dari Rp12,36 miliar. Beban lainnya justru meningkat menjadi Rp39,95 miliar dari Rp27,2 miliar. Secara keseluruhan, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp1,44 triliun, menyusut dari Rp1,77 triliun pada tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Cegah Kerugian Triliunan, Wamen Nezar Patria Pastikan Sistem Anti Scam dan Spam Lindungi Jutaan Warga

        Dari neraca, total aset LINK per akhir 2025 tercatat Rp13,23 triliun, turun dari Rp13,91 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp9,68 triliun dari Rp8,91 triliun. Adapun jumlah ekuitas menyusut menjadi Rp3,54 triliun dari sebelumnya Rp5 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: