Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menguat atau Melemah, Ini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (18/2)

Menguat atau Melemah, Ini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (18/2) Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar diproyeksi akan bergerak dalam rentang yang terbatas dalam perdagangan di Rabu (18/2). Hal ini menyusul terjadi tren inflasi global hingga data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada dalam kisaran Rp16.836. Sementara Indeks Dolar (DXY) tercatat di 97,107. 

Baca Juga: Tukar Uang Baru BI 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal dan Caranya

Arah pergerakan rupiah masih sangat dipengaruhi dinamika eksternal, terutama ekspektasi kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Selama tidak ada kejutan besar dari luar negeri, pelemahan rupiah diperkirakan masih terbatas.

Ketidakpastian The Fed Amerika Serikat dalam menentukan arah suku bunga masih menjadi sentimen utama. Data awal tahun ini menunjukkan inflasi inti meningkat secara bulanan 0,3%. Secara tahunan, inflasi inti mencatat kenaikan paling kecil sejak 2021.

Meski pasar menilai tren inflasi mulai melandai, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan data inflasi kerap lebih tinggi dari ekspektasi. Jika kembali terjadi kejutan kenaikan inflasi, dolar  berpotensi menguat lebih lanjut dan menekan rupiah.

Dari Indonesia, fundamental ekonomi dinilai masih relatif solid. Pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diproyeksikan berada dalam kisaran 5%.

Tren inflasi global yang mulai menurun juga membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap. Namun Bank Indonesia tetap diperkirakan berhati-hati dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Indonesia juga dinilai memiliki daya saing ekspor yang kuat, didukung kapasitas manufaktur dan tenaga kerja yang besar. Berdasarkan sejumlah indikator potensi ekspor global, tanah air berada dalam peringkat lima, menunjukkan prospek jangka menengah yang masih positif meski volatilitas jangka pendek tetap membayangi pergerakan rupiah.

Baca Juga: Jurus BI Hadapi Pelemahan Rupiah, Penukaran Uang Jelang Idulfitri, dan Tantangan Inovasi

Fokus investor kini tertuju pada rilis data terkait Indeks Harga Konsumen (CPI) AS. Inflasi dan kekuatan pasar tenaga kerja merupakan dua indikator utama yang menjadi pertimbangan bank sentral dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: