Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Andalkan Sawit, Bahlil Lahadalia 'Pede' Hentikan Impor Solar

Andalkan Sawit, Bahlil Lahadalia 'Pede' Hentikan Impor Solar Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia resmi menghentikan impor solar pada 2026. Pernyataan itu disampaikan saat Sidang Dewan Pleno 2026 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Makassar, Minggu (15/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memaparkan data konsumsi dan produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional. Ia menyebut, konsumsi solar Indonesia setiap tahun mencapai 39 juta kiloliter (KL), sementara produksi dalam negeri sebelumnya hanya sekitar 16 juta KL.

Menurutnya, tambahan pasokan diperoleh dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan yang baru mulai berproduksi. Dari proyek tersebut, kapasitas produksi nasional bertambah 5 juta KL bensin dan 3,9 juta KL solar.

“Dengan tambahan produksi dan program mandatori B40, tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar. Ini pertama kalinya dalam sejarah,” ujar Bahlil.

Seperti diketahui, B40 adalah bahan bakal yang berasal dari campuran 40% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan 60% bahan bakar solar konvensional (bahan bakar fosil).

Baca Juga: Dorong Transisi Energi Bersih, PT IIM Inisiasi Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House di Sukabumi

Sebelumnya, dalam peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, (12/1/26), Bahlil menyajikan data yang optimis mengenai produksi solar dalam negeri. 

“Impor kita tinggal 5 juta KL. Dengan demikian, kebutuhan sudah tertutupi, bahkan terdapat surplus 1,4 juta KL untuk solar jenis C48. Sementara itu, impor untuk C51 hanya sebesar 600.000 KL. Nanti di semester kedua, saya minta Pertamina untuk membangun agar kita tidak perlu impor lagi,” ujarnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: