Pasokan HDD Kini Ikut Tertekan, Terdampak Ekspansi Teknologi AI yang Serap Stok Global
Kredit Foto: Freepik.com
Lonjakan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai menekan pasokan komponen komputer global. Setelah RAM dan SSD, hard disk drive (HDD) kini ikut terdampak akibat tingginya permintaan pusat data.
Produsen penyimpanan data Western Digital menyatakan hampir seluruh kapasitas pengiriman HDD untuk tahun 2026 telah terserap. Permintaan terbesar berasal dari perusahaan cloud dan operator pusat data AI.
Kondisi tersebut disampaikan langsung oleh CEO WD, Irving Tan, dalam laporan kinerja perusahaan. “Kami pada dasarnya sudah kehabisan stok untuk kalender 2026. Kami memiliki pesanan pembelian yang pasti dari tujuh pelanggan utama kami,” ujarnya.
Saat ini bisnis WD didominasi segmen enterprise. Sekitar 89% pendapatan perusahaan berasal dari sektor cloud, sementara kontribusi pasar konsumen hanya sekitar 5%.
Tingginya kebutuhan penyimpanan data membuat produsen memprioritaskan pelanggan berskala besar. Infrastruktur AI membutuhkan kapasitas masif untuk pemrosesan dan penyimpanan data jangka panjang.
Tekanan permintaan juga diperkuat oleh lonjakan harga SSD. Untuk kapasitas setara, SSD dilaporkan bisa berharga lebih dari 16 kali lipat dibanding HDD.
Atas pertimbangan biaya, banyak pusat data memilih kombinasi HDD dan SSD. Strategi ini dinilai paling efisien untuk penyimpanan skala besar.
Baca Juga: Xiaomi dan Oppo Pangkas Produksi 20 Persen, Dampak Harga Komponen SSD Naik Tajam
Dampaknya mulai terasa di pasar perangkat keras. Sejumlah model HDD mengalami kenaikan harga rata-rata sekitar 46% sejak September 2025.
Tekanan pasokan berpotensi mendorong kenaikan harga perangkat lain. Beberapa produsen seperti HP, Dell, dan Lenovo telah mengumumkan penyesuaian harga PC dan smartphone.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: