Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Hari Ini Senin (23/2) Dibuka Sumringah Naik 1%

        IHSG Hari Ini Senin (23/2) Dibuka Sumringah Naik 1% Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melesat ke level 8.334,54 pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Mengacu data RTI pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik lebih tajam 98,67 poin atau 1,19% ke level 8.370,44.

        Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi tren positif. Sebanyak 351 saham menguat, hanya 115 saham melemah dan 218 saham mendatar. 

        Per pagi hari ini, IHSG sudah memperdagangkan 1,99 miliar lembar saham dengan frekuensi 111.398 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp847,71 miliar. 

        Baca Juga: Update Finalisasi MSCI Bayangi IHSG, IPOT Rekomendasikan 3 Saham

        PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) memimpin posisi saham top gainers dengan lonjakan 30,56% ke level Rp188. Diikuti PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang meroket 24,56% ke Rp1.065 dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang melejit 23,26% ke Rp4.080.

        PT Indospring Tbk (INDS) menempati posisi top losers dengan koreksi -14,75% ke Rp2.080. Disusul PT Hillcon Tbk (HILL) yang merosot -13,79% ke Rp50 dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang ambruk -11,76% ke Rp390. 

        Baca Juga: BEI Ungkap Ada 8 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada periode 23–27 Februari 2026. Berdasarkan kajian Tim Research And Trading WH Project, indeks akan menghadapi tantangan di level resistance 8.400, yang sebelumnya sempat disentuh saat technical rebound pada 30 Januari 2026.

        Analis WH Project, William Hartanto, dalam laporan Weekly Market Outlook, Senin (23/2), memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dalam rentang 8.120–8.400 sepanjang pekan ini.

        Ia menilai peluang reversal masih terbatas selama IHSG belum mampu menembus dan bertahan di atas level 8.400. Secara teknikal, dalam sepekan terakhir juga belum terbentuk pola pergerakan yang kuat untuk mengonfirmasi arah tren baru.

        Menurut William, indeks memang mulai mendekati akhir fase downtrend, tetapi masih tertahan oleh resistance di area 8.400. Pergerakan IHSG sejauh ini masih ditopang oleh dominasi saham-saham konglomerat, meski penguatannya dinilai belum signifikan.

        Karena itu, ia menyarankan pelaku pasar mempertimbangkan aksi profit taking apabila tidak terjadi kelanjutan penguatan, khususnya pada saham-saham konglomerasi dalam waktu dekat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: