Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BEI Ungkap Ada 8 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo

BEI Ungkap Ada 8 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat belum ada perusahaan yang melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 20 Februari 2026. Meski demikian, saat ini sudah ada 8 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham yang antre untuk melantai di bursa.

Sebanyak 3 perusahaan tergolong skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sementara 5 perusahaan lainnya masuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektoral, komposisi pipeline saham tersebut terdiri atas 2 perusahaan dari sektor Basic Materials, 1 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals, 1 perusahaan dari sektor Energy, 2 perusahaan dari sektor Financials, 1 perusahaan dari sektor Industrials, dan 1 perusahaan dari sektor Transportation & Logistic. 

Baca Juga: BEI Sudah Finalisasi Aturan Free Float 15% dan Pengungkapan Pemegang Saham 1%

Berbeda dengan pasar saham, aktivitas di pasar surat utang terpantau lebih aktif. Hingga periode yang sama, telah diterbitkan 20 emisi dari 13 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp15,71 triliun. Selain itu, terdapat 30 emisi dari 21 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline.

Rencana penerbitan obligasi dan sukuk tersebut didominasi oleh sektor Financials dengan 10 perusahaan. Disusul 4 perusahaan dari sektor Energy, 3 perusahaan dari sektor Infrastructures, 2 perusahaan dari sektor Basic Materials, serta masing-masing 1 perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals dan Industrials. 

Baca Juga: Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor

Baca Juga: Tujuh Emiten Antre IPO Tapi Tak Satu Pun Melantai, Regulasi Jadi Penentu

Di sisi aksi korporasi, hingga 20 Februari 2026 telah terdapat 3 perusahaan tercatat yang menerbitkan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,75 triliun. Selain realisasi tersebut, masih terdapat 1 perusahaan dalam pipeline rights issue yang berasal dari sektor Properties & Real Estate. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: