Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank OCBC NISP Berencana Buyback Saham Rp1 Miliar

        Bank OCBC NISP Berencana Buyback Saham Rp1 Miliar Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengumumkan rencana pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham. Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari Kamis, 9 April 2026 dengan salah satu agenda untuk meminta persetujuan terkait rencana ini. 

        Manajemen menyampaikan, periode buyback direncanakan berlangsung paling lama 12 bulan sejak memperoleh persetujuan RUPST. Total dana yang disiapkan untuk aksi ini diperkirakan sebesar Rp1 miliar, termasuk komisi perantara pedagang efek serta biaya terkait lainnya.

        "Perseroan memastikan sumber dana yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham sepenuhnya menggunakan dana internal, bukan merupakan dana hasil penawaran umum dan bukan merupakan dana yang berasal dari pinjaman atau utang dalam bentuk apapun, serta tidak mempengaruhi kemampuan keuangan Perseroan secara signifikan untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo," kata manajemen.

        Baca Juga: Tabungan Emas UUS OCBC Melejit 223%, Ini Rahasianya!

        Adapun jumlah saham yang akan dibeli kembali setara 0,002% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh, yakni sebanyak 438.000 lembar saham. Mengacu pada Peraturan OJK No. 29/2023, pembelian dapat dilakukan baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa.

        Aksi ini dilakukan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja tahun 2025 kepada manajemen dan karyawan, sekaligus untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2015. Pelaksanaannya juga akan mengikuti ketentuan POJK No. 29/2023 serta peraturan perundang-undangan lain yang berlaku.

        Baca Juga: Bank OCBC NISP Raup Laba Rp5,1 Triliun pada 2025, Kredit Tumbuh Tipis

        Manajemen menegaskan bahwa buyback ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional Perseroan. "Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham Perseroan tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan," ujar manajemen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: