Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Analis Ragukan Kemampuan Buyback 18 Emiten yang Terancam Delisting

Analis Ragukan Kemampuan Buyback 18 Emiten yang Terancam Delisting Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kewajiban pembelian kembali saham (buyback) terhadap 18 emiten yang terancam delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai sulit direalisasikan, terutama bagi perusahaan yang mengalami tekanan keuangan serius.

Pengamat pasar modal, Wiliam Hartanto, mengatakan realisasi buyback menghadapi kendala besar karena mayoritas emiten yang masuk proses delisting berada dalam kondisi finansial lemah, sehingga kemampuan menyediakan dana pembelian kembali saham menjadi terbatas.

“Dalam kasus di mana emiten harus delisting karena kendala dana, biasanya tidak akan sanggup buyback,” kata Wiliam kepada Warta Ekonomi, Kamis (16/4/2026).

Founder WH-Project tersebut menilai skema buyback sebenarnya dapat menjadi sentimen positif bagi investor apabila dapat dijalankan. Pasalnya, mekanisme ini berpotensi mengembalikan sebagian dana investor publik, meskipun tidak sepenuhnya menutup kerugian.

“Karena itu berarti dana investornya akan kembali walaupun mungkin jual rugi, tetapi masalahnya ini jadi cuma sebatas aturan saja kalau dari emitennya sendiri ternyata tidak sanggup buyback,” ujarnya.

Senada, pengamat pasar modal Reydi Octa menyebut bahwa secara regulasi BEI memang mewajibkan atau setidaknya mendorong pelaksanaan buyback setelah saham perusahaan terbuka dibatalkan pencatatannya di bursa.

“Namun secara realistis, peluang buyback mungkin sulit terealisasi,” kata Reydi kepada Warta Ekonomi.

Baca Juga: BEI Bakal Delisting 18 Emiten, Ini Dampaknya ke Investor Ritel

Baca Juga: BEI Delisting Berjamaah 18 Emiten pada November 2026, Ini Daftarnya

Ia menilai sebagian besar emiten yang terpaksa keluar dari bursa sudah memiliki masalah fundamental sejak lama.

“Secara fundamental, bahkan ada yang pailit. Artinya, kemampuan emiten untuk buyback bisa diragukan,” pungkasnya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement