Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kok Bisa Bank Besar, Taipan dan Miliarder Tetap Fasilitasi Epstein Meski Sudah Divonis Bersalah?

        Kok Bisa Bank Besar, Taipan dan Miliarder Tetap Fasilitasi Epstein Meski Sudah Divonis Bersalah? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kok Bisa Bank Besar, Taipang Keuangan dan Miliarder Tetap Beri Akses Perbankan ke Epstein Meski Sudah Divonis Bersalah?

        Dokumen federal terbaru mengungkapkan bagaimana sejumlah bank besar, taipan keuangan, dan miliarder tetap menjalin hubungan dengan Jeffrey Epstein selama bertahun-tahun setelah ia divonis bersalah pada 2008.

        Saat itu, setelah bertahun-tahun menghadapi tuduhan dari sejumlah remaja perempuan yang mengaku mengalami pelecehan di kediamannya, Epstein mendapatkan kesepakatan hukum yang kemudian disebut sebagai salah satu deal paling luar biasa dalam sejarah hukum modern Amerika Serikat.

        Ia mengaku bersalah atas dakwaan merekrut anak di bawah umur untuk prostitusi dan menjalani hukuman kurang dari 13 bulan dari total vonis 18 bulan penjara, ini sebagian besar dengan skema kerja di luar tahanan. Kesepakatan tersebut membuatnya terhindar dari dakwaan federal perdagangan seks yang dapat berujung hukuman penjara seumur hidup.

        Meski telah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual, Epstein tetap mempertahankan gaya hidup mewah dan pengaruhnya. Ia mampu menjaga posisinya di lingkaran keuangan serta membangun kembali relasi dengan kalangan miliarder dan bankir senior.

        Berdasarkan dokumen terbaru yang dirilis United States Department of Justice (DOJ) pada 30 Januari 2026 dan ditelaah oleh Al Jazeera, terungkap bahwa antara 2008 hingga 2019, Epstein tetap terhubung dengan jaringan keuangan elite.

        Dokumen tersebut menunjukkan bahwa keberlangsungan aktivitas finansial Epstein sangat bergantung pada sistem perbankan yang terus memproses dananya serta jaringan pelaku keuangan yang bersedia bekerja sama. Selama akses itu terbuka, pintu menuju lingkaran kekuasaan tidak sepenuhnya tertutup baginya.

        Epstein kemudian kembali didakwa pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur sebelum akhirnya meninggal dunia akibat bunuh diri dalam tahanan federal.

        Salah satu nama yang muncul dalam dokumen adalah Jes Staley, mantan eksekutif senior di JPMorgan Chase. Hubungan keduanya telah terjalin sejak awal 2000-an dan berlanjut bahkan setelah vonis 2008.

        Dalam gugatan pihak ketiga JPMorgan terhadap Staley, yang mengutip tuduhan dari Kepulauan Virgin AS, disebutkan bahwa Staley mengunjungi kediaman Epstein di Palm Beach pada Januari 2009 saat Epstein tengah menjalani hukuman. Kunjungan itu disebut bertepatan dengan transfer dana sebesar 2.000 dolar AS kepada seorang perempuan.

        Dokumen juga mencatat komunikasi email personal antara keduanya pada 2010. Saat itu, Epstein masih menjadi klien bernilai tinggi bagi JPMorgan, dengan saldo rekening dilaporkan melebihi 200 juta dolar AS.

        JPMorgan akhirnya memutus hubungan dengan Epstein pada 2013. Namun kedekatan Staley dengan Epstein kemudian menjadi sorotan regulator Inggris. Pada 2023, otoritas keuangan Inggris menjatuhkan denda dan melarang Staley menduduki jabatan senior di sektor jasa keuangan karena dinilai “ceroboh” dalam menggambarkan hubungan tersebut.

        Nama lain yang mencuat adalah Leon Black, salah satu pendiri Apollo Global Management. Laporan independen firma hukum Dechert yang ditugaskan Apollo menyebut Black membayar Epstein sekitar 158 juta dolar AS antara 2012 hingga 2017 untuk jasa perencanaan pajak dan warisan.

        Pembayaran itu terjadi bertahun-tahun setelah Epstein mengaku bersalah dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

        Black juga menghadapi tuduhan dari Guzel Ganieva yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual dan memperkenalkannya kepada Epstein. Black membantah seluruh tuduhan tersebut. Gugatan yang diajukan Ganieva pada 2023 akhirnya ditolak pengadilan.

        Dokumen DOJ juga memuat transkrip pertemuan rahasia pada 14 Agustus 2015 di restoran Le Bernardin, New York, antara Black dan Ganieva. Dalam percakapan tersebut, Black menyebut adanya tuntutan 100 juta dolar AS dan menawarkan paket penyelesaian senilai 15 juta dolar AS. Ia memperingatkan konsekuensi hukum jika persoalan itu dibuka ke publik.

        Setelah JPMorgan menghentikan hubungan pada 2013, Deutsche Bank menjadi bank utama Epstein.

        Laporan media menyebut sejumlah pembayaran dari Leon Black ke Epstein diproses melalui rekening di Deutsche Bank. Pada 2020, otoritas jasa keuangan New York menjatuhkan denda 150 juta dolar AS kepada bank tersebut karena kegagalan pengawasan terhadap transaksi mencurigakan, termasuk pembayaran kepada individu yang disebut sebagai perempuan muda.

        Regulator menemukan bahwa bank tidak segera melaporkan aktivitas mencurigakan sebagaimana diwajibkan. Deutsche Bank mengakui adanya kelemahan sistem pengawasan dan menyatakan telah memperkuat prosedur kepatuhan.

        Epstein tetap menjadi nasabah hingga 2018 atau satu dekade setelah vonis pertamanya.

        Analisa dari Al Jazeera menunjukkan Dokumen federal tersebut menjelaskan bahwa selama masih memiliki akses ke institusi keuangan global, Epstein tetap memiliki infrastruktur untuk mengelola dana, memindahkan uang, dan mempertahankan citra sebagai penasihat keuangan sah.

        Kasus ini kembali menyoroti bagaimana jejaring keuangan elite dapat bertahan bahkan setelah vonis pidana, selama sistem pendukungnya tidak sepenuhnya menutup akses.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: