Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memproyeksikan Bank Indonesia (BI) hanya akan memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate maksimal dua kali sepanjang tahun ini. Proyeksi tersebut mempertimbangkan dinamika arus modal global serta arah kebijakan moneter internasional.
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengatakan ruang penurunan suku bunga domestik masih sangat bergantung pada stabilitas aliran modal asing (capital flows) ke Indonesia.
“Bank Indonesia sendiri kalau menurut proyeksi kami, itu mungkin maksimal hanya dua kali. Sambil melihat bagaimana kemudian prospek dari capital flows-nya di Indonesia itu sendiri,” kata Andry, yang akrab disapa Asmo, di Jakarta, dikutip Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: BI Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%
Ia menjelaskan bahwa tahun 2025 menjadi periode pelonggaran moneter yang agresif, baik secara global maupun domestik. Pada periode tersebut, bank sentral di berbagai negara mulai menurunkan suku bunga setelah melalui fase pengetatan yang panjang.
Asmo menuturkan, sepanjang 2025, bank sentral Amerika Serikat, The Fed, telah menurunkan suku bunga acuannya sekitar 75 basis poin. Sementara itu, Bank Indonesia memangkas suku bunga lebih dalam, yakni sebesar 125 basis poin.
Memasuki tahun ini, arah kebijakan moneter global diperkirakan lebih terbatas. Bank Mandiri memproyeksikan The Fed hanya akan menurunkan suku bunga satu kali, sesuai dengan panduan kebijakan (guidance) terbaru, meskipun pelaku pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan.
“Tahun ini kita melihat kemungkinan The Fed hanya memangkas satu kali, kalau dilihat dari guidance-nya. Walaupun market memprediksikan pemangkasan The Fed akan dua kali, tapi guidance-nya baru satu kali,” pungkasnya.
Baca Juga: OJK Klaim Suku Bunga Kredit Perbankan Sudah Turun ke 8%
Sebagai catatan, suku bunga BI-Rate pada Januari 2026 dipertahankan di level 4,75%, yang merupakan posisi terendah sejak 2022. Level tersebut tercapai setelah BI menurunkan suku bunga total 150 basis poin sejak September 2024, masing-masing sebesar 25 basis poin pada September 2024 dan 125 basis poin sepanjang 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: