Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Aset Dana Pensiun RI Tembus Rp1.684 Triliun, Tumbuh 10,49%

Aset Dana Pensiun RI Tembus Rp1.684 Triliun, Tumbuh 10,49% Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja dana pensiun didorong oleh program wajib dan sukarela. Per Maret 2026, total aset dana pensiun mencapai Rp1.684,89 triliun atau tumbuh 10,49% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa peningkatan ini mencerminkan peran dana pensiun sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang semakin solid.

“Di sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per Maret 2026 tumbuh sebesar 10,49% year-on-year dengan nilai mencapai Rp1.684,89 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Selasa (5/5/2026).

Secara rinci, pertumbuhan terbesar berasal dari program pensiun wajib yang mencakup jaminan hari tua dan jaminan pensiun oleh BPJS Ketenagakerjaan serta program pensiun ASN, TNI, dan Polri. Pada segmen ini, total aset mencapai Rp1.276,07 triliun atau tumbuh 11,76% yoy.

Sementara itu, program pensiun sukarela mencatatkan pertumbuhan lebih moderat sebesar 6,71% yoy dengan nilai aset Rp408,82 triliun.

Baca Juga: OJK Targetkan Dana Pensiun Tumbuh hingga 25% per Tahun

Baca Juga: Pembayaran Dana Pensiun Melonjak di Awal 2026

Baca Juga: OJK Spill Dua Program Ini Dongkrak Aset Dana Pensiun hingga Rp1.700 Triliun

Selain dana pensiun, OJK juga mencatat perkembangan pada industri penjaminan yang masih menghadapi tekanan kinerja. Berdasarkan data per Maret 2026, total aset perusahaan penjaminan tumbuh terbatas sebesar 0,77% yoy menjadi Rp47,48 triliun.

Dari sisi pendapatan, imbal jasa penjaminan tercatat mengalami kontraksi 4,78% menjadi Rp1,99 triliun, dengan rasio klaim turun 6,12% menjadi Rp1,84 triliun.

Secara keseluruhan, pertumbuhan aset dana pensiun yang kuat, diikuti dengan stabilitas industri penjaminan, menjadi sinyal penguatan fondasi sektor jasa keuangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri