Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Ungkap Pembiayaan Multifinance Hanya Tumbuh Tipis 0,61%

OJK Ungkap Pembiayaan Multifinance Hanya Tumbuh Tipis 0,61% Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan industri multifinance melambat pada kuartal I 2026, meskipun masih berada di zona positif. Pembiayaan modal kerja menjadi penopang utama di tengah moderasi penyaluran kredit. Berdasarkan data per Maret 2026, piutang pembiayaan hanya tumbuh 0,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp514,09 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan dinamika industri yang masih menghadapi tekanan dari sisi permintaan pembiayaan.

“Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 0,61% secara year-on-year (yoy) pada Maret 2026 menjadi Rp514,09 triliun,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDKB April 2026, Selasa (5/5/2026).

Di tengah pertumbuhan yang terbatas, segmen pembiayaan modal kerja justru mencatatkan peningkatan lebih tinggi. Agusman menyebut pembiayaan produktif menjadi salah satu pendorong utama kinerja industri pada awal tahun ini.

“Hal ini didukung terutama oleh peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,15% (yoy) pada Maret 2026,” katanya.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan industri secara keseluruhan melambat, terdapat pergeseran kontribusi pembiayaan ke sektor yang lebih produktif.

Baca Juga: Multifinance Ditekan Global, BFI Finance Tetap Tumbuh

Baca Juga: OJK Warning! Praktik 'STNK Only' Ancam Industri Pembiayaan

Baca Juga: Industri Pembiayaan Tumbuh 1,01% Jadi Rp512 Triliun

Dari sisi risiko, kondisi industri multifinance tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing(NPF) masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator.

“Rasio NPF gross tercatat sebesar 2,83% dan NPF net 0,8%,” ujar Agusman.

Selain itu, kapasitas permodalan perusahaan pembiayaan juga masih berada dalam batas aman, tercermin dari rasio gearing sebesar 2,17 kali pada kuartal I 2026 atau jauh di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri