Kredit Foto: Yayasan Indonesia Setara (YIS)
Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Gebrakan Anak Negeri (GAN) berkolaborasi untuk membuka lapangan kerja berbasis ekonomi masyaraka melalui kegiatan bertajuk Workshop Kuliner Olahan Emping Melinjo – Brownies Topping Emping dan Emping Caramel di Saung Ibu Nani, Kampung Parungsari, Sindangsari, Kabupaten Lebak, Banten.
Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa pihaknya yang telah berdiri selama lebih dari satu dekade memiliki fokus pada pemberdayaan difabel, anak muda, serta perempuan melalui berbagai program pelatihan keterampilan.
Baca Juga: UMKM Manfaatkan Marketplace untuk Ekspor ke Singapura dan Malaysia
Menurutnya, melalui pelatihan tersebut para peserta diharapkan mampu mengolah emping melinjo menjadi produk bernilai tambah yang dapat diproduksi dan dipasarkan secara mandiri sehingga membuka peluang usaha baru bagi keluarga mereka.
“Melalui program Perempuan Berdaya di berbagai daerah, kami mengajarkan keterampilan tata boga seperti pelatihan olahan emping hari ini agar para ibu memiliki peluang usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Sebanyak lima puluh ibu rumah tangga mengikuti pelatihan yang bertujuan memberikan keterampilan baru agar mereka mampu mengembangkan usaha kuliner berbasis bahan lokal.
Dalam workshop tersebut peserta dilatih membuat beberapa produk kuliner, di antaranya brownies topping emping, emping cokelat, dan emping karamel. Menu tersebut dipilih karena bahan bakunya relatif mudah ditemukan dan harganya terjangkau sehingga cocok dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Selain belajar teknik memasak dan pengolahan produk, para peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital. Mereka diajarkan membuat desain flyer promosi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sekaligus membangun jejaring usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara lebih luas.
Menariknya, peserta juga ditantang untuk langsung membuka pre-order produk pada hari pelatihan berlangsung. Dari tantangan tersebut tercatat 29 pesanan brownies topping emping, 55 bungkus emping cokelat, dan 30 bungkus emping karamel berhasil dibukukan.
Harga jual produk bervariasi, mulai dari Rp35.000 untuk emping karamel, Rp40.000 untuk emping cokelat, hingga Rp50.000 sampai Rp60.000 untuk brownies topping emping. Total pendapatan yang berhasil diperoleh peserta dari penjualan pada hari tersebut mencapai sekitar Rp4,88 juta.
Setelah pelatihan tatap muka selesai, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga minggu hingga satu bulan ke depan. Dalam tahap ini peserta dapat berdiskusi dengan pelatih, mempraktikkan pembuatan konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, serta mengembangkan produk yang telah mereka pelajari selama pelatihan.
Baca Juga: Manfaatkan Platform E-Commerce, Penjualan UMKM Naik 100% Saat Lebaran
Melalui program tersebut diharapkan para ibu rumah tangga di Kabupaten Lebak dapat mengembangkan usaha kuliner berbasis potensi lokal dan menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar