Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Samsung Galaxy S26 Punya Fitur Pesan Darurat Berbasis Satelit, Pasar Indonesia Kebagian?

        Samsung Galaxy S26 Punya Fitur Pesan Darurat Berbasis Satelit, Pasar Indonesia Kebagian? Kredit Foto: Instagram/samsungmobile
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Samsung resmi mengumumkan kehadiran fitur komunikasi satelit untuk lini terbaru mereka, seri Galaxy S26. Perluasan fitur ini mulai digulirkan secara bertahap di wilayah Amerika Utara, Eropa, serta pasar Jepang.

        Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim pesan darurat dan berbagi lokasi tanpa jangkauan sinyal seluler sama sekali. Pengguna tetap dapat mengakses layanan data terbatas saat berada di kawasan pegunungan, lautan lepas, hingga wilayah bencana.

        Konektivitas satelit kini menjadi bagian penting dalam lanskap seluler global bagi perusahaan asal Korea Selatan tersebut. Samsung berkomitmen memastikan pengguna Galaxy memiliki akses komunikasi andal di luar jangkauan jaringan konvensional.

        Seri Galaxy S26 yang terdiri dari model standar, S26+, dan S26 Ultra mengusung dukungan penuh terhadap fitur ini. Ekspansi tersebut menjadi fase baru Samsung dalam menyediakan solusi konektivitas darurat di pasar internasional.

        Langkah ini diambil Samsung untuk mengimbangi tren pasar yang telah dirintis oleh Apple sejak 2022 dan Google pada 2024. Di Amerika Serikat, Samsung berkolaborasi dengan T-Mobile dan Starlink untuk memungkinkan layanan T911 sejak 2025.

        Layanan satelit ini tersedia bagi model flagship serta seri Galaxy A tertentu yang dirilis setelah seri Galaxy S21. Sementara itu, operator Verizon menawarkan layanan eSOS dan pesan teks mulai dari seri Galaxy S25 hingga S26.

        Samsung juga tengah berkoordinasi dengan operator AT&T untuk mendukung fitur serupa pada perangkat Galaxy lainnya secara luas. Di Jepang, operator KDDI telah menyediakan fungsi teks dan data satelit bagi pengguna Galaxy sejak 2025.

        Layanan di Jepang tersebut mencakup sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami atau Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS). Fitur keselamatan ini dapat diakses oleh pengguna Samsung Galaxy S22 ke atas di wilayah tersebut.

        Pengembangan konektivitas satelit dinilai memiliki urgensi tinggi di tengah masifnya integrasi kecerdasan artifisial (AI) pada ponsel. Samsung memandang konektivitas satelit sebagai fondasi utama bagi infrastruktur harian yang didukung teknologi cerdas.

        Fungsi AI diharapkan tetap dapat beroperasi secara optimal meskipun jaringan seluler tradisional tidak tersedia di lokasi pengguna. Penyediaan layanan ini bertujuan memperkuat infrastruktur dasar untuk pengalaman AI yang lebih mulus dan konsisten.

        Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Perbedaan Spesifikasi di Tiap Variannya

        Kemampuan pengiriman pesan melalui satelit mulai muncul secara komersial di platform Android pada November 2025 silam. Ke depan, Samsung berencana memperluas dukungan konektivitas ini ke berbagai kategori produk Galaxy lainnya secara global.

        Meskipun fitur ini sangat inovatif, ketersediaannya masih terbatas pada wilayah tertentu dan belum mencakup pasar Asia Tenggara secara menyeluruh. Hal ini membuat pengguna di Indonesia harus bersabar untuk mencicipi teknologi darurat berbasis ruang angkasa tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: