Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AAUI Ungkap Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Industri Asuransi RI

        AAUI Ungkap Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Industri Asuransi RI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan bahwa konflik Amerika Serikat-Israel versus Iran meningkatkan biaya reasuransi global dan berpotensi mendorong penyesuaian premi domestik, khususnya pada lini bisnis dengan eksposur internasional.

        Budi menjelaskan, dampak konflik tersebut tidak selalu dirasakan secara langsung oleh industri asuransi nasional, melainkan muncul melalui jalur tidak langsung.

        “Bagi industri asuransi umum dan reasuransi di Indonesia, dampaknya tidak selalu langsung, namun terasa melalui jalur tidak langsung seperti kenaikan biaya reasuransi global, pengetatan kapasitas untuk risiko tertentu, serta potensi penyesuaian premi pada lini yang memiliki eksposur internasional,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Rabu (4/3/2026).

        Apabila pasar reasuransi global mengalami hardening, biaya proteksi ke depan akan meningkat dan pada akhirnya dapat tercermin dalam struktur premi domestik. Kondisi tersebut mendorong perusahaan asuransi untuk lebih berhati-hati dalam mengelola risiko.

        Budi menambahkan, jika eskalasi konflik berlanjut, perusahaan asuransi cenderung menjadi lebih selektif dalam proses underwriting.

        “Penyesuaian dapat berupa pembatasan wilayah pertanggungan, penerapan klausul war risk yang lebih ketat, kenaikan deductible, penambahan additional premium untuk rute tertentu, hingga evaluasi ulang limit pertanggungan,” katanya.

        Baca Juga: Perang AS-Iran Buat Selat Hormuz Ditutup, Kinerja Industri Asuransi Bakal Tertekan

        Baca Juga: Asuransi Komersial Global Diproyeksi Tembus US$1,68 T

        Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara eksposur risiko dan kapasitas reasuransi. Selain itu, industri juga memperkuat koordinasi dengan reasuradur guna memastikan struktur proteksi tetap memadai.

        Secara umum, Budi menegaskan kondisi industri asuransi Indonesia masih berada dalam kondisi stabil. Namun, kewaspadaan terus ditingkatkan seiring dinamika geopolitik global dan perubahan kapasitas reasuransi internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: