Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Risiko El Nino Ekstrem Bayangi Lonjakan Klaim Asuransi?

Risiko El Nino Ekstrem Bayangi Lonjakan Klaim Asuransi? Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Fenomena El Nino ekstrem atau kerap disebut El Nino Godzilla diprediksi berpotensi menimbulkan risiko besar bagi industri asuransi. Meski saat ini masih berada dalam fase netral menurut BMKG, skenario penguatan El Nino dinilai perlu diantisipasi karena dapat memicu tekanan signifikan terhadap industri.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mengatakan fenomena tersebut berpotensi memicu kemarau panjang yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi.

“Jika terjadi El Nino yang sangat kuat, dampaknya bagi industri asuransi umum terutama berasal dari kemarau panjang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan operasional usaha,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Kamis (2/4/2026).

Ia menilai tekanan terhadap industri tidak hanya berasal dari peningkatan risiko, tetapi juga akumulasi potensi kerugian yang harus ditanggung perusahaan asuransi dan reasuransi. Kondisi ini berpotensi menguji kapasitas perlindungan serta ketahanan industri.

Selain itu, potensi tekanan klaim diperkirakan meningkat seiring bertambahnya kejadian kerusakan aset maupun gangguan usaha akibat cuaca ekstrem.

“Potensi tekanan klaim tentu ada jika terjadi kebakaran, kerusakan properti, atau gangguan usaha akibat kondisi iklim ekstrem,” katanya.

Namun, Budi menegaskan tidak seluruh kerugian ekonomi otomatis menjadi klaim asuransi. Hal ini disebabkan masih adanya kesenjangan perlindungan (protection gap) di Indonesia yang membuat sebagian risiko belum sepenuhnya terlindungi.

Karena itu, ia menilai dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sangat diperlukan untuk memperkecil protection gap tersebut.

“Perlu ada dukungan pemerintah untuk memperkuat skema pembiayaan dan perlindungan bencana iklim, terutama untuk memperkecil protection gap,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Fadlil Iswahyudi, menilai perubahan iklim akibat El Nino juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran yang dapat berdampak pada sektor logistik, termasuk kargo.

Cargo mungkin terpengaruh. Kalau ada El Nino itu bakal banyak panas, jadi kebakaran. Kira-kira seperti itu,” ujar Fadlil saat ditemui di Gedung AAUI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: El Nino Ekstrem Ancam Industri Asuransi, Klaim Berpotensi Naik

Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla

Baca Juga: BRIN Peringatkan Super El Nino 2026 Ancam Ketahanan Pangan, Kemarau Ekstrem hingga Oktober

Meski demikian, pihaknya belum melakukan penyesuaian harga premi karena risiko tersebut masih bersifat prediktif. Menurutnya, pembebanan premi atas potensi yang belum terjadi dinilai kurang tepat bagi tertanggung.

“Kalau tertanggung di-charge misalnya, ‘kenapa kok naik?’ karena kemungkinan kebakaran akibat El Nino, itu kan baru kemungkinan,” katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement