Kredit Foto: Istimewa
Ramadan 2026 tidak mengubah tempo operasi hulu migas PT Pertamina (Persero).
Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), memastikan seluruh aktivitas pengeboran, pengembangan, dan produksi tetap onstream.
Pada periode Februari–Maret, sebanyak 113 sumur aktif diproduksikan, dengan dukungan 73 drilling rig yang tetap beroperasi di berbagai wilayah kerja.
Corporate Secretary PHE Hermansyah Nasroen mengatakan, momentum puasa dan menjelang arus mudik nasional, tidak mengubah ritme operasi di lapangan.
Rig tetap berputar, sumur tetap flowing, dan volume terproduksi tetap terangkat sesuai rencana kerja.
“Operasi hulu tetap berjalan normal, tidak ada penurunan standar keselamatan maupun kontrol operasional,” tegas Hermansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/2/2026).
Di level operasional, aktivitas tidak hanya bertumpu pada pengeboran sumur baru.
Program workover dan well services dieksekusi paralel untuk menjaga pressure, sustain rate produksi, serta memastikan deliverability sumur eksisting tetap optimal.
Rantai lifting juga berjalan reguler melalui pengapalan kargo laut, dan penyaluran pipa menuju fasilitas pengolahan dan kilang.
Stabilitas tersebut tercermin pada realisasi Februari 2026.
Lifting minyak yang dikelola PHE mencapai 386 ribu barel per hari (BOPD), dengan realisasi penuh terhadap produksi bulan berjalan.
“Lifting Februari mencapai 386 ribu barel per hari, itu 100 persen dari produksi,” ungkap Hermansyah.
Untuk gas, lifting berada di atas 1.883 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), mengalir ke pasar domestik melalui jaringan pipa transmisi dan fasilitas pengolahan gas.
Dengan portofolio operasi yang tersebar di lima regional—empat domestik dan satu internasional—aktivitas hulu Pertamina menjadi tulang punggung produksi migas nasional.
Baca Juga: Lifting Minyak Pertamina Februari 2026 Capai 386 Ribu BOPD
“Kontribusi kami lebih dari 68 persen produksi nasional,” katanya.
Selama periode Ramadan, penguatan difokuskan pada kesiapan emergency response organization di tiap wilayah kerja, pengaturan rotasi kru untuk menjaga fit to work, penerapan fatigue management bagi pekerja yang berpuasa, serta pengamanan logistik pengeboran agar material critical tidak mengalami supply disruption. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: