Pemerintah Siapkan Satgas Transisi Energi, Target Konversi Motor Listrik Melonjak 30 Kali Lipat
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Angka 200 ribu unit per tahun selama ini jadi patokan program konversi motor BBM ke listrik. Pemerintah kini bersiap meninggalkan angka itu jauh di belakang, target baru yang sedang disiapkan melompat hingga 6 juta unit per tahun, atau 30 kali lipat dari capaian saat ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut lompatan target itu dimungkinkan oleh perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin terjangkau.
"Tapi sekarang kan sudah mulai ada teknologinya, lebih murah. Jadi mungkin sekitar 4, 5, sampai 6 juta (target konversi per tahun). Jadi semakin ke sini semakin murah," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Skala ambisi program ini terlihat jelas dari angka yang disebut pemerintah, Indonesia saat ini memiliki sekitar 120 juta motor konvensional yang beroperasi di jalanan dan seluruhnya menjadi target jangka panjang program konversi ini.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program berjalan maksimal dalam tiga hingga empat tahun, bahkan mendorong agar realisasinya bisa lebih cepat dari jadwal.
Untuk memastikan target ambisius itu tidak sekadar angka di atas kertas, pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi. Bahlil mengumumkan pembentukan Satgas ini dalam kesempatan yang sama, dengan mandat utama mempercepat implementasi program konversi dan merancang skema dukungan yang tepat sasaran.
Soal skema subsidi yang sempat dijalankan pada program sebelumnya, Bahlil belum memberikan kepastian.
"Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," jelasnya.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa skema insentif untuk mendorong masyarakat beralih ke motor listrik masih dalam tahap pembahasan dan hasilnya akan sangat menentukan seberapa cepat target 4–6 juta unit per tahun itu bisa terealisasi di lapangan.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Jadi Ketua Satgas Transisi Energi Bersih, Targetkan 3 Tahun Selesai
Pengumuman percepatan program konversi ini datang di momen yang tidak kebetulan: tepat ketika penutupan Selat Hormuz oleh Iran menekan pasokan minyak global dan mendorong harga BBM merangkak naik.
Semakin banyak motor yang beralih ke listrik, semakin berkurang ketergantungan Indonesia pada impor BBM, sebuah kalkulasi strategis yang kini terasa semakin relevan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: