Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Idrus Marham Minta Tiyo Ardianto Pakai Etika saat Kritik Prabowo, Netizen: POV Koruptor Beri Nasihat

Idrus Marham Minta Tiyo Ardianto Pakai Etika saat Kritik Prabowo, Netizen: POV Koruptor Beri Nasihat Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mengkritik keras gaya penyampaian kritik yang dilakukan oleh mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Idrus menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di dalam negara demokrasi tidak boleh diartikan sebagai kebebasan tanpa batasan.

Menurut Idrus, kritik yang konstruktif seharusnya dibangun di atas rasionalitas dan argumen yang kuat, bukan dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas terhadap kepala negara.

"Demokrasi memberikan kritikan, tetapi harus tetap terikat oleh apa? Ada taat asas, ada ideologi, ada nilai yang mengikat kita. Ada etika-etika kebangsaan kita. Karena itu, menggunakan kata-kata yang tidak sopan, saya kira bahasa-bahasa yang digunakan seperti saudara Tiyo itu sangat tidak pantas diucapkan," ujar Idrus.

Idrus mengkhawatirkan masa depan kepemimpinan bangsa jika generasi muda menghalalkan makian dalam berpolitik. Ia meyakini mayoritas masyarakat Indonesia tidak akan merespons positif gaya kritik yang tidak wajar tersebut.

Lebih lanjut, Idrus menceritakan pengalamannya saat mendampingi Prabowo sebagai Ketua Koalisi pada tahun 2014. Ia menjamin bahwa Presiden Prabowo adalah sosok yang terbuka terhadap perbedaan pandangan, asalkan disampaikan melalui adu konsep dan narasi yang jelas.

"Beliau itu tidak anti-kritik. Kalau ada apa-apa kita kritik, ada dialog. Apa dasarnya, konstruksinya seperti apa, narasinya apa, itu beliau terlibat. Jadi ada diskusi, ada perdebatan konsep," urai Idrus.

Ia pun meminta agar dinamika ini diselesaikan lewat dialog dan tidak langsung dibawa ke ranah hukum, sembari mengingatkan bahwa norma agama dan budaya Indonesia melarang aksi caci maki.

Di sisi lain, pernyataan Idrus Marham mengenai etika kebangsaan ini justru memicu reaksi negatif dari warganet di media sosial. Banyak netizen yang langsung mengaitkan ucapan tersebut dengan rekam jejak masa lalu Idrus yang pernah terjerat kasus korupsi.

Sejumlah komentar menohok dari netizen menyoroti kredibilitas sang politisi dalam berbicara mengenai etika.

"POV ketika koruptor ngomong tentang etika," tulis salah satu netizen dengan emotikon tertawa di akun Idogram.

"Setidaknya berkaca dulu pada masa lalumu, Pak," timpal netizen lainnya.

"Kita dinasihati koruptor, lucu," ujar warga digital dalam kolom komentar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: