BFI Finance Tahan Tekanan Ekonomi, Aset Tembus Rp25,5 Triliun!
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT BFI Finance Indonesia Tbk catatkan pertumbuhan kinerja pada tahun 2025 meskipun industri pembiayaan tengah menghadapi dinamika pasar yang terguncang karena penurunan daya beli.
Sepanjang 2025, total aset BFI Finance tercatat sebesar Rp25,5 triliun atau meningkat 1,4% dibandingkan 2024. Adapun peningkatan ini didorong oleh kenaikan piutang yang dikelola sebesar 8,9% secara year on year menjadi Rp26,3 triliun.
Di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, perusahaan juga membukukan pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun pada 2025, atau meningkat 9,3% dibandingkan periode sepanjang 2024.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan bahwa perusahaan berupaya menjaga ketahanan bisnis melalui penguatan kualitas portofolio serta penyesuaian strategi di berbagai lini produk.
“Kami dapat membuktikan resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang manageable. Tentunya ini semua berkat kemampuan dalam menerapkan prinsip agility yang diiringi dengan kerja keras seluruh tim, semangat berkolaborasi yang strategis, serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” ujar Sutadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, BFIN Bakal Buyback Saham Rp100 Miliar
Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Multifinance Syariah Tembus Rp31 Triliun di Awal 2026
Dari sisi kinerja keuangan, BFI Finance mencatat total pendapatan sebesar Rp6,7 triliun sepanjang 2025, meningkat 6,5% dibandingkan 2024. Perusahaan juga membukukan laba sebesar Rp1,581 triliun atau tumbuh 1,0% secara tahunan.
Sementara itu, rasio keuangan perusahaan menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 7,9% dan Return on Equity (ROE) sebesar 14,8%. Adapun gearing ratio berada pada level 1,3 kali.
Tidak hanya menjaga pertumbuhan bisnis, perusahaan juga tetap memberikan nilai bagi pemegang saham. Pada 2025, BFI Finance menuntaskan pembagian dividen sebesar Rp902 miliar untuk tahun buku 2024.
Perusahaan juga membagikan dividen tunai interim tahun buku 2025 pada 18 Desember sebesar Rp35 per saham atau setara Rp520 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: