Hadirkan 60 Desainer, Ramadan Runway 2026 jadi Perayaan Mode Muslim dan Pendorong Ekonomi Kreatif Nasional
Kredit Foto: Istimewa
Menyambut bulan suci Ramadan, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta bersama Kota Kasablanka kembali menggelar ajang tahunan Ramadan Runway. Acara yang berlangsung mulai 5 hingga 29 Maret 2026 ini digelar di tiga lokasi utama dalam kawasan Kota Kasablanka, yaitu Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Fashion Atrium.
Mengusung tema "Blooming Ramadan", perhelatan tahun ini melibatkan lebih dari 60 desainer ternama dan 80 tenant lokal, menjadikannya sebagai salah satu perayaan mode muslim terbesar di Ibu Kota.
Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, menjelaskan bahwa tema "Blooming Ramadan" dipilih untuk merefleksikan suasana bulan suci yang ibarat musim semi, ketika bunga-bunga bermekaran dengan indah, penuh kehidupan, dan pertumbuhan spiritual.
"Ramadan Runway digelar setiap tahun untuk membentuk sektor ekonomi kreatif, khususnya industri mode tanah air, dengan mengutamakan upaya eksploratif, edukatif, dan promosi berkelanjutan. Kami ingin menyambut bulan suci Ramadan yang indah dan puitis ini layaknya musim bunga yang sedang bermekaran," ujar Dana Duriyatna dalam sambutannya.
Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, menegaskan bahwa perjalanan panjang pengembangan modest fashion di Indonesia telah dimulai sejak 32 tahun lalu. Bermula dari inisiasi Tren Busana Muslim, kini berkembang menjadi gelaran spektakuler bernama Ramadan Runway.
"Sudah semestinya modest fashion tanah air menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Keunikan perpaduan antara busana muslim dengan beragam kearifan lokal Nusantara telah membentuk karakteristik tersendiri. Inilah yang menjadi unique selling point kita di pasar global," jelas Poppy.
Keunikan tersebut tampak dalam koleksi para desainer yang terlibat, antara lain Abeey by Ariy Arka, Bella Hasura, Clue, Defrico Audy, Dimas Mahendra, Erdan, Jeny Tjahyawati, Koyko, Kunce Manduapessy, Leny Rafael, Malik Moestaram, Musa Widyatmodjo, Nanie Rachmat, Nieta Hidayani, Poppy Dharsono, Rryn House, Tutyadib, Wina Sadikin, Yoyo Prasetyo, Yuni Pohan, dan puluhan desainer lainnya.
Tak hanya fashion show dan pameran yang berlangsung selama 25 hari, Ramadan Runway 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan interaktif yang dapat diikuti pengunjung, seperti:
- Workshop hijab styling dan make up hari raya
- Kelas mix & match gaya Lebaran
- Sesi tampil bugar di hari raya
- Model search dan Evofabric Competition bersama SFA
- Spiritual & mindfulness session bersama Ustad Syakir Daulay
- Creative installation & experience
- Midnight & live sale pada 6–7 Maret 2026, dipandu oleh host Dev Curl
- Serta community engagement dan culinary & lifestyle corner
Di tengah ketegangan geopolitik yang berdampak pada sektor ekonomi, Ramadan Runway diharapkan tak hanya menebarkan keindahan dan perdamaian, tetapi juga mendongkrak perekonomian nasional melalui sektor fashion muslim.
General Manager Kota Kasablanka, Agung Gunawan, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang telah memasuki tahun ke-14 ini.
Baca Juga: Dari Industri Logistik, DHL Express Indonesia Gandeng Machine56 Rambah Industri Fashion
"Ramadan Runway tahun ini kembali berkolaborasi dengan APPMI, menghadirkan rangkaian acara yang semakin inspiratif serta dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Nabila Taqiyah. Melalui acara ini, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi para desainer Indonesia sekaligus memberikan inspirasi gaya Ramadan dan Hari Raya bagi pengunjung. Kolaborasi ini adalah wujud dukungan kami terhadap industri mode Tanah Air, serta menghadirkan pengalaman berbeda dan bermakna di setiap momen istimewa Hari Raya," pungkasnya.
Ramadan Runway 2026 menjadi bukti bahwa industri mode muslim Indonesia terus bertumbuh, tidak hanya sebagai ekspresi seni dan spiritualitas, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang membanggakan di kancah global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: