Kredit Foto: Andi Hidayat
Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan jaminan terhadap stabilitas APBN 2026. Anggaran negara dipastikan tetap aman meski terjadi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini berdampak signifikan pada ekonomi global. Kondisi tersebut turut memengaruhi stabilitas ekonomi di dalam negeri Indonesia.
Konflik tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dan barang kebutuhan pokok. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terancam mengalami fluktuasi tajam.
Biaya transportasi serta pertumbuhan ekonomi nasional berada dalam risiko tekanan global. Ketahanan fiskal sangat diperlukan untuk melanjutkan agenda pembangunan yang telah direncanakan.
Masyarakat saat ini masih berharap negara dapat menyediakan lapangan kerja baru. Peningkatan pendapatan dan akses pendidikan tetap menjadi aspirasi utama rakyat.
Puan menyampaikan pernyataan tersebut pada pembukaan Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (10/3/2026). Ia menegaskan komitmen parlemen dalam menjaga kesejahteraan hidup masyarakat.
“DPR RI akan memastikan bahwa kemampuan fiskal APBN Tahun Anggaran 2026 tetap dapat menjaga dan mempertahankan derajat kehidupan rakyat,” kata Puan.
Kebijakan anggaran pemerintah harus mampu menjaga ketahanan fiskal secara berkelanjutan. Perlindungan masyarakat dari dampak konflik menjadi prioritas dalam perumusan kebijakan anggaran.
Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$113, Purbaya Bakal Evaluasi Dampaknya ke APBN
DPR RI juga mendesak PBB untuk segera turun tangan menyelesaikan konflik tersebut. Tindakan internasional diharapkan dapat menjunjung tinggi hukum global yang berlaku.
“DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional,” jelas Puan. Upaya perdamaian sangat krusial guna menjaga stabilitas dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat