Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dipuji Prabowo, Puan Pastikan PDIP Tetap Kritis demi Demokrasi

Dipuji Prabowo, Puan Pastikan PDIP Tetap Kritis demi Demokrasi Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terbuka kepada PDI Perjuangan yang memilih tetap berada di luar pemerintahan. Sikap itu dinilai penting untuk menjaga fungsi pengawasan dan keseimbangan dalam sistem demokrasi Indonesia.

Apresiasi tersebut langsung mendapat tanggapan dari Puan Maharani yang menegaskan partainya tetap akan menjalankan fungsi kritik terhadap pemerintah. Menurut Puan, kritik yang disampaikan PDIP bukan untuk menyerang, melainkan memberi masukan demi kepentingan rakyat.

“Tentu saja kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujar Puan saat ditemui di kompleks parlemen, Kamis (21/5/2026).

Puan mengatakan posisi PDIP di luar pemerintahan tidak boleh dimaknai sebagai upaya melawan koalisi pendukung Presiden Prabowo. Ia menilai yang paling penting adalah bagaimana kritik yang diberikan bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Kritiknya adalah kritik konstruktif yang membangun. Bukan kritik secara negatif, tetapi justru memberikan masukan yang positif,” kata Puan.

Menurut Puan, PDIP tidak mempersoalkan jumlah partai politik yang berada di dalam pemerintahan dibandingkan dengan posisi partainya di luar kabinet. Ia menegaskan fokus utama PDIP adalah memastikan masukan yang diberikan tetap bermanfaat bagi jalannya pemerintahan.

“Ini bicaranya bukan satu banding tujuh (PDIP versus tujuh fraksi partai politik di DPR). Namun, apa yang kami berikan sebagai masukan adalah masukan untuk bisa memberikan sesuatu yang konstruktif,” tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada PDIP saat berpidato dalam rapat paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/5). Presiden menilai keberadaan oposisi tetap dibutuhkan dalam sistem demokrasi agar pemerintahan berjalan dengan pengawasan yang seimbang.

Prabowo bahkan mengaku memahami keputusan PDIP yang memilih tetap berada di luar pemerintahan setelah Pilpres 2024. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pengorbanan politik demi menjaga demokrasi Indonesia.

“Tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah, dan saya hormati, saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balance. Saya paham dan mengerti, PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah, saya mengerti itu,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, setiap pemimpin harus siap menerima kritik dari berbagai pihak, termasuk dari oposisi di parlemen. Ia menilai kritik yang keras sekalipun tetap diperlukan agar pemerintah tidak kehilangan arah dalam menjalankan kebijakan.

Baca Juga: Puan Maharani Bilang Ada yang Spesial dari Kehadiran Prabowo di Paripurna DPR, Ada Bocorannya

Presiden juga mengungkapkan bahwa kritik tajam dari kader PDIP beberapa kali membuat dirinya merenung. Namun, Prabowo mengaku menyadari bahwa kritik tersebut pada akhirnya bisa menjadi pengingat bagi pemerintah.

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya, ini anggota PDIP, ini kritiknya kadang-kadang keras banget, tetapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya,” kata Prabowo.

Pernyataan saling menghargai antara Prabowo dan PDIP itu pun menjadi perhatian publik karena memperlihatkan hubungan politik yang lebih cair pasca-Pilpres 2024. Meski berada di posisi berbeda, kedua pihak sama-sama menekankan pentingnya menjaga demokrasi dan fungsi pengawasan di parlemen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama