Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Pemerintah Sri Lanka menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran mulai Senin (9/3) tengah malam waktu setempat, menyusul fluktuasi harga minyak mentah global yang terdampak konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Kenaikan harga diumumkan oleh perusahaan milik negara, Ceylon Petroleum Corporation.
Dalam revisi harga tersebut:
- Auto Diesel naik 22 rupee menjadi 303 rupee per liter
- Super Diesel naik 24 rupee menjadi 353 rupee per liter
- Bensin Oktan 92 naik 24 rupee menjadi 317 rupee per liter
- Bensin Oktan 95 naik 25 rupee menjadi 365 rupee per liter
- Minyak tanah naik 13 rupee menjadi 195 rupee per liter
Satu rupee Sri Lanka saat ini setara sekitar Rp54,26.
Direktur Pelaksana Ceylon Petroleum Corporation, Mayura Neththikumarage, mengatakan pada Minggu (8/3) bahwa negara memiliki persediaan BBM yang cukup hingga akhir April berdasarkan pola konsumsi saat ini.
Ia menambahkan bahwa pesanan telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga Agustus, termasuk melalui tender jangka panjang yang diatur pemerintah.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah tekanan global akibat ketidakstabilan pasar minyak dan mencerminkan dampak langsung konflik internasional terhadap pasokan energi di Sri Lanka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: