Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        ESDM Ungkap Stok Pertalite 25 Hari, LPG 11,5 Hari

        ESDM Ungkap Stok Pertalite 25 Hari, LPG 11,5 Hari Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat stok cadangan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nasional yang dikelola Pertamina, masih berada dalam kondisi cukup.

        Data per 9 Maret 2026 menunjukkan ketahanan stok BBM berada pada kisaran 16 hingga 44 hari, sedangkan LPG sekitar 11 hari.

        Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pembahasan mengenai cadangan energi nasional yang berada di kisaran 20–25 hari bukan merupakan kondisi baru.

        “Seakan-akan ini baru terjadi saat ini 20 hari ini, padahal ini sejak sekian tahun yang lalu kondisinya memang cadangan kita ya seperti itu, jumlahnya 20 hari, 25 hari,” ungkap Laode dalam diskusi Aspebindo, Rabu (11/3/2026).

        Berdasarkan laporan stok nasional Pertamina per 9 Maret 2026, ketahanan stok BBM tercatat antara lain Pertalite (RON 90) sekitar 25 hari, Pertamax (RON 92) 26,56 hari, dan Pertamax Turbo (RON 98) 23,26 hari.

        Sementara, stok Solar (CN 48) tercatat 16,28 hari, Pertamina Dex (CN 53) mencapai 44,43 hari, serta Avtur sekitar 38,42 hari.

        Kerosene berada pada level 19,30 hari, dan LPG tercatat 11,51 hari.

        Laode mengatakan, pemerintah masih memiliki waktu untuk mengelola kondisi pasokan energi hingga akhir Maret.

        “Kita masih ada waktu sampai akhir Maret kita masih bisa menghadapi ini."

        "Walaupun tadi pagi saya rapat di kantor sudah mulai ada April nih, ada sedikit pemikiran yang harus effort, extra effort."

        "Karena kita menyiapkan April itu sekarang, kalau sekarang kondisi yang tidak stabil tidak bisa kita manfaatkan, maka April ini kita menghadapi masa-masa sulit,” jelasnya.

        Ia menambahkan, kondisi geopolitik global juga berpengaruh terhadap stabilitas pasokan energi.

        “Pada saat geopolitik itu terganggu, semuanya merasakan dampaknya,” cetusLaode.

        Baca Juga: Pemerintah Percepat Pembentukan Cadangan Penyangga Energi

        Menurutnya, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah lanjutan agar kebutuhan energi tidak mengalami tekanan setelah Maret.

        “Nah, kita sedang berpikir juga untuk after Maret, bagaimana prosesnya sedang kita lakukan inovasi-inovasi, agar nanti kebutuhan dari komoditas yang saya bacakan tadi tidak menurun secara drastis dan menimbulkan masalah di April dan ke depan,” paparnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: