Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran

        Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Aman Setelah Lebaran Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perencana keuangan mengingatkan pekerja untuk mengatur penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) secara disiplin agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran. Penggunaan THR yang tidak terencana dinilai sering memicu lonjakan konsumsi karena dana tersebut kerap dicampur dengan anggaran rutin bulanan.

        Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Mike Rini mengatakan THR pada dasarnya merupakan pendapatan tambahan yang diberikan perusahaan kepada pekerja menjelang hari raya. Oleh karena itu, dana tersebut seharusnya digunakan untuk kebutuhan khusus selama Ramadan dan Idulfitri, bukan untuk menutup kebutuhan rutin bulanan.

        “THR ini kan adalah gaji ke-13 ibaratnya begitu. Jadi kita punya gaji yang namanya 1 sampai 12 yaitu bulan Januari sampai Desember. Untuk THR memang dia bonus bagi pekerja yang berhari raya,” ujar Mike kepada Warta Ekonomi, Senin (16/3/2026).

        Menurut Mike, peningkatan pengeluaran selama Ramadan dan Idulfitri merupakan hal yang wajar karena muncul sejumlah kebutuhan tambahan yang tidak terjadi pada bulan biasa. Kebutuhan tersebut antara lain biaya mudik, pembayaran zakat, pembelian pakaian baru, serta penyediaan makanan khas hari raya.

        “Umumnya memang ada pengeluaran ekstra yang tidak ada di pengeluaran pada bulan di luar Ramadan dan Idulfitri. Contoh, kita harus membayar zakat, lalu ada juga tradisi untuk mudik, biasanya juga harus punya baju baru, lalu menyediakan makanan-makanan khas hari raya,” katanya.

        Baca Juga: Apa Kata Pramono soal Keluhan Potongan Pajak THR hingga Rp2 Juta?

        Baca Juga: 43% Masyarakat Alokasikan THR untuk Perawatan Diri, usmile Hadirkan Layanan Kesehatan Gigi Gratis di Tangerang Selatan

        Baca Juga: Tips Memanfaatkan THR untuk Investasi bagi Gen Z

        Ia menyarankan pekerja memisahkan penggunaan THR dengan gaji bulanan agar pengelolaan keuangan tetap terkendali. Dengan pemisahan tersebut, kebutuhan hari raya dapat dipenuhi tanpa mengganggu anggaran rutin setelah Lebaran.

        “Kalau kita menggunakan THR kita untuk pengeluaran hari raya dan kita disiplin bahwa pengeluaran hari raya tidak boleh mengambil dari gaji kita, maka sebenarnya kita akan baik-baik saja,” ujarnya.

        THR Memang Didominasi Konsumsi

        Sementara itu, Pengamat Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menilai karakter THR memang berbeda dengan pendapatan rutin karena sebagian besar dana tersebut digunakan untuk konsumsi selama periode Lebaran.

        Ia menyebut penggunaan THR untuk belanja dan kebutuhan hari raya merupakan hal yang lazim terjadi di masyarakat.

        “Ada sebagian yang ditabung, tapi memang pada hakekatnya untuk dikonsumsi,” ujarnya.

        Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat selama periode Lebaran juga menjadi salah satu faktor yang mendorong perputaran ekonomi nasional.

        Baca Juga: Taspen Salurkan 97% THR Pensiunan ASN, Imbau Waspadai Penipuan

        Baca Juga: Penipuan Digital Meledak Saat THR Cair, Waspada!

        Meski demikian, pengelolaan THR yang tidak terencana dapat menimbulkan tekanan pada kondisi keuangan rumah tangga setelah masa libur Lebaran berakhir.

        Karena itu, para perencana keuangan menyarankan masyarakat mengalokasikan THR secara terukur dengan memprioritaskan kebutuhan utama hari raya, sambil tetap mempertimbangkan kondisi keuangan setelah periode Lebaran selesai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: