Kredit Foto: Cita Auliana
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Proyeksi tersebut disampaikan oleh Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, yang menilai tekanan eksternal masih menjadi faktor utama di balik keputusan BI untuk menahan suku bunga.
“BI akan hold BI rate di 4,75%,” kata Andry yang akrab disapa Asmo kepada Warta Ekonomi, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Asmo menjelaskan, sentimen perang yang berkepanjangan telah memicu kekhawatiran terhadap risiko stagflasi global, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Sentimen perang yang masih berlangsung membuat harga minyak naik, kekhawatiran stagflasi dan menyebabkan pelemahan rupiah,” tambahnya.
Baca Juga: BI Rate Diproyeksi Kembali Tertahan di Level 4,75%, BCA Soroti Tekanan Eksternal
Baca Juga: BI Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%
Baca Juga: Bank Mandiri Prediksi BI Rate Hanya Turun Dua Kali Tahun Ini
Sebelumnya, Asmo memproyeksikan BI Rate hanya akan dipangkas maksimal dua kali sepanjang 2026 dengan total penurunan 50 basis poin (bps).
“Bank Indonesia sendiri kalau menurut proyeksi kami, itu mungkin maksimal dua kali BI Rate itu dipangkas. Mungkin kans-nya 50 basis,” kata Asmo dalam acara Silaturahmi Bersama Media, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: