Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Naik 1,20% ke 7.106 Usai BI Tahan Suku Bunga, Saham Bank Jumbo Menguat

        IHSG Ditutup Naik 1,20% ke 7.106 Usai BI Tahan Suku Bunga, Saham Bank Jumbo Menguat Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (17/3/2026) setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Sentimen ini menjadi katalis positif di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi pasar.

        Merujuk data RTI, IHSG naik 84,55 poin atau 1,20% ke level 7.106,83. Sebanyak 457 saham terapresiasi, 214 saham terkoreksi dan 148 saham stagnan. 

        Seluruh sektor terpantau perkasa, transportasi memimpin dengan kenaikan 3,69%. Diikuti sektor bahan baku 3,43%, infrastruktur 3,38%, teknologi 2,89%, properti 1,42%.

        Posisi berikutnya, sektor barang konsumen primer naik 1,07%, energi 1,05%, industrial 0,85%, kesehatan 0,60%, keuangan 0,46%, dan sektor barang konsumen non primer 0,26%.

        Saham-saham perbankan besar turut menjadi penopang penguatan indeks. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) ditutup melesat 1,62% ke Rp4.390, diikuti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) yang meroket 1,60% ke Rp1.270.

        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menanjak 0,64% ke Rp4.730, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 0,37% ke Rp6.775.

        Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masing-masing ditutup stagnan di Rp3.480 dan Rp2.110.

        Pada perdagangan jelang libur panjang Nyepi dan Idulfitri ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 30,8 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,55 juta kali. Nilai transaksi yang dibukukan menyentuh Rp23,8 triliun.

        Saham terlaris hari ini diduduki PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai transaksi Rp1,97 triliun, BMRI sebesar Rp1,3 triliun, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp1,11 triliun. 

        Baca Juga: Direktur Borong Saham BBCA, Habiskan Dana Rp2,02 Miliar

        Baca Juga: Minta Restu Pemegang Saham, Bank Mandiri Siapkan Buyback Hingga Rp1,17 Triliun

        Keputusan BI untuk menahan suku bunga diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16–17 Maret 2026. Selain BI-Rate di 4,75%, suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,50%.

        Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan langkah ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

        “Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%. Suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/3/2026).

        Ia menambahkan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi untuk meredam dampak ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah, serta menjaga inflasi tetap berada di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.

        “Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrument kebijakan moneter untuk mmemperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang timur tengah, termasuk menempuh langkah langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,” jelasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: