Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Prabowo Didorong Ambil Langkah Strategis Terkait Konflik AS-Israel dan Iran

        Presiden Prabowo Didorong Ambil Langkah Strategis Terkait Konflik AS-Israel dan Iran Kredit Foto: Al-jazeera
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chairman Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED), Farouk Abdullah Alwyni, mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dan aktif dalam merespons eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

        Dalam pernyataan sikap yang dirilis di Jakarta, Selasa (17/3/2026), Farouk menilai tindakan militer tersebut bukan sekadar dinamika geopolitik, melainkan bentuk penggunaan kekuatan sepihak yang melanggar hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.

        “Eskalasi yang terus terjadi menunjukkan pola agresi yang tidak dapat lagi ditoleransi oleh komunitas internasional,” ujar Farouk dalam keterangannya.

        Ia menegaskan bahwa sikap diam bukanlah pilihan bagi Indonesia yang selama ini menjunjung tinggi nilai kemerdekaan, keadilan, dan perdamaian dunia.

        Farouk secara khusus meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil sejumlah langkah strategis. Indonesia diminta menyampaikan sikap tegas terhadap pelanggaran hukum internasional dengan secara terbuka mengingatkan Amerika Serikat agar menghentikan penggunaan kekuatan militer tanpa dasar yang sah.

        Pemerintah juga didorong untuk mengecam Israel secara tanpa ambiguitas guna menjaga konsistensi moral dan arah politik luar negeri Indonesia.

        Selain itu, Farouk mendorong Indonesia menginisiasi kerja sama strategis dengan negara-negara Muslim dan berkembang guna mengurangi ketergantungan geopolitik terhadap Amerika Serikat.

        Ia juga menilai momentum opini publik di Amerika Serikat yang tidak sepenuhnya mendukung keterlibatan militer dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat tekanan diplomatik internasional.

        “Ini membuka ruang bagi komunitas global untuk mendorong penghentian agresi melalui jalur moral dan diplomatik,” ujarnya.

        Dalam pernyataannya, Farouk turut menekankan pentingnya peran Indonesia dalam mendorong terbentuknya tatanan dunia multipolar yang lebih adil dan seimbang.

        Menurut dia, dominasi kekuatan tunggal dalam sistem internasional berpotensi memicu agresi tanpa akuntabilitas. Ia juga mengusulkan agar Indonesia mengambil peran sebagai “bridge builder” atau jembatan diplomatik antara Iran, negara-negara Teluk, dan pihak lain di kawasan untuk membangun stabilitas berbasis dialog.

        Baca Juga: Pariwisata RI Hadapi Krisis, Perang AS–Iran Picu Potensi Kerugian Rp184,8 Miliar per Hari

        Farouk menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi.

        “Sejarah akan mencatat sikap bangsa yang tidak diam saat hukum internasional dilanggar,” kata dia.

        Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Indonesia perlu tampil sebagai aktor aktif di panggung global, bukan sekadar pengamat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: