- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Harga Gas Eropa Naik Tajam, Inggris Mulai Bantu AS untuk Lindungi Perdagangan di Selat Hormuz
Kredit Foto: Al-jazeera
Inggris akhirnya ambil bagian dalam konflik AS-Israel dan Iran. Sebagai bagian dari langkah tersebut, Pemerintah Inggris mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan balasan, guna melindungi jalur perdagangan vital di Selat Hormuz.
Keputusan ini muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk, termasuk pusat energi Ras Laffan di Qatar, kilang minyak di Arab Saudi, serta dua kilang minyak di Kuwait.
Serangan tersebut merupakan pembalasan atas serangan Israel terhadap ladang gas vital South Pars, yang sebelumnya mendapat kecaman dari negara-negara Teluk maupun Teheran.
Serangan Iran menandai pertama kalinya dalam konflik ini fasilitas produksi energi menjadi sasaran langsung. Akibat eskalasi tersebut, harga minyak Brent melonjak hingga mencapai $119 per barel, sementara harga gas Eropa sempat melonjak 35 persen.
Baca Juga: Rusia Bantu Iran Targetkan Pasukan AS, Sinyal Perang Proksi Memanas
Adapun pangkalan Inggris yang digunakan AS dalam operasi tersebut antara lain RAF Fairford di Gloucestershire dan pangkalan militer di Diego Garcia di Kepulauan Chagos.
Presiden AS Donald Trump menilai Inggris seharusnya bertindak lebih cepat dalam memberikan izin tersebut. Sementara di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai langkah Starmer justru membahayakan nyawa warga Inggris, meskipun negara itu tidak ikut langsung dalam perang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: