Petinggi Militer AS Mundur dari Pemerintahan Trump, Masih Yakin Serangan ke Iran Tanpa Persetujuan Kongres
Kredit Foto: Istimewa
Mantan pejabat kontraterorisme Amerika Serikat, Joe Kent, mengaku tidak khawatir akan adanya pembalasan politik usai dirinya mengundurkan diri sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional pada Selasa lalu.
Ia mundur dari pemerintahan Donald Trump terkait perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran karena percaya dengan "kata hati nuraninya" yang berkeyakinan bahwa serangan AS terhadap Iran diputuskan tanpa persetujuan Kongres.
yang menurutnya banyak kejanggalan. Kent mengatakan dirinya tidak terlalu khawatir terhadap penyelidikan FBI terkait dugaan kebocoran informasi rahasia.
"Saya tidak khawatir karena saya tahu tidak melakukan kesalahan," ujarnya dikutip dari The Guardian.
Namun, ia mengakui mengambil sikap waspada mengingat pemerintah Trump dapat mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang dianggap berseberangan.
"Kita telah melihat bagaimana FBI dan pemerintah bisa bertindak terhadap individu yang bersuara," tambahnya. Dalam surat pengunduran dirinya yang viral, ia menyebut Iran "tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS.
"Sangat jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel serta kekuatan lobinya di Amerika," jelasnya.
Kent dengan tegas mempertanyakan alasan utama pihak AS dan dibantu Israel yang menyatakan perang dengan Iran.
Dalam surat pengunduran dirinya yang banyak disorot, Kent menyebut Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat. Ia juga menilai perang dipicu oleh tekanan dari Israel dan kelompok lobi di AS.
Sebelumnya, Kent dikenal sebagai pendukung kuat gerakan “Make America Great Again” (MAGA) milik Trump. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai kontroversi politik, termasuk membela serangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 serta mendukung klaim yang tidak terbukti terkait hasil pemilu 2020.
Sementara itu, dalam sidang Komite Intelijen DPR AS, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard menyatakan tidak sependapat dengan isi surat pengunduran diri Kent.
“Kami telah memberikan penilaian intelijen kepada Presiden, dan keputusan tetap berada di tangan Presiden yang dipilih oleh rakyat,” ujar Gabbard.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: