Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ini Alasan Trump Pilih Gelar UFC di Gedung Putih, Tak Cuma Soal Hari Kemerdekaan Amerika Serikat

Ini Alasan Trump Pilih Gelar UFC di Gedung Putih, Tak Cuma Soal Hari Kemerdekaan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyiapkan perayaan tak biasa untuk ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dengan menghadirkan ajang UFC Freedom 250 langsung di halaman Gedung Putih.

Namun di balik kemegahan panggung UFC tersebut, tersimpan tujuan lain yang menjadi sorotan: penghormatan khusus untuk militer Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Tak Butuh Waktu Lama untuk Balas 'Serangan Kejutan' dari Amerika, Pangkalan Udara Jadi Target

Presiden Ultimate Fighting Championship, Dana White mengungkap sebagian besar kursi penonton akan diperuntukkan bagi anggota militer aktif maupun veteran.

“Trump ingin acara ini sebagian besar untuk militer,” kata Dana White.

Event ini memperlihatkan Trump tidak sekadar menggelar hiburan olahraga, tetapi juga membangun citra patriotisme melalui simbol kekuatan militer dan budaya populer Amerika.

Sebanyak 4.300 tamu undangan disebut akan hadir langsung di kawasan Gedung Putih dan mayoritas berasal dari kalangan militer.

Dana White bahkan secara terang-terangan menyebut acara itu sebagai bentuk “100 persen ucapan terima kasih” kepada militer Amerika Serikat.

Pertarungan UFC Freedom 250 akan digelar di South Lawn atau halaman selatan Gedung Putih pada 14 Juni 2026, bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Trump.

Acara tersebut juga menjadi salah satu event olahraga paling tidak biasa dalam sejarah Amerika karena oktagon UFC dibangun langsung di pusat pemerintahan negara adidaya itu.

Trump sendiri dikenal memiliki hubungan dekat dengan Dana White sejak lama. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam kampanye politik maupun acara UFC besar.

Meski sejumlah penggemar MMA mengkritik kualitas daftar pertarungan yang dianggap tidak sepenuhnya “super fight”, UFC tetap menjanjikan kartu laga berkelas dunia.

Beberapa duel utama yang disiapkan antara lain pertarungan juara kelas ringan Ilia Topuria melawan Justin Gaethje. Selain itu ada duel Alex Pereira versus Ciryl Gane untuk perebutan sabuk interim kelas berat.

Acara ini juga akan disiarkan melalui Paramount+ dan jaringan CBS.

Baca Juga: 'Pemimpin Jangan Dibiarkan Sendiri,' Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Minta Warganya untuk Jaga Persatuan

Bagi Trump, UFC Freedom 250 tampaknya bukan hanya pesta olahraga, melainkan panggung simbolik untuk menunjukkan nasionalisme Amerika dengan melibatkan militer sebagai pusat perhatian utama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar